Abstract :
Salah satu cara untuk mengendalikan pertumbuhan jumlah
penduduk adalah dengan cara KB yang telah digalakkan oleh
pemerintah dengan maksud untuk meningkatkan kesejahteraan serta taraf hidup masyarakat dan demi keberhasilan pembangunan bangsa. Berdasarkan dari hasil pengalaman masyarakat di Sulawesi, daun lidah buaya (Aloe vera Linn.) digunakan untuk mencegah kehamilan dengan cara direbus dan kemudian diminum satu sampai tiga kali sehari. Hal ini yang merupakan salah satu alasan diadakannya penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui efek antifertilitas pada mencit betina dari ekstrak daun lidah buaya (Aloe vera Linn.) yang
diperoleh dengan penyari metanol. Pada penelitian ini banyaknya binatang coba (mencit betina) adalah 32 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok, dimana tiap kelompok terdiri dari 8 ekor. Kelompok I sebagai kelompok kontrol
yang diberi suspensi kontrol (Avicel PH 101 + CMC Na 0,5% + air), sedang kelompok II, III dan IV merupakan kelompok perlakuan (uji) yang masing-masing diberikan ekstrak daun Aloe vera Linn. dengan kadar 0,36%; 0,72%; 1,08% sebanyak 0,5 ml yang pemberiannya dilakukan secara per oral selama 6 hari berturut-turut sebelum terjadi perkawinan dan selama 3 hari setelah terjadi perkawinan. Pada hari ke-17 (terhitung mulai terjadinya perkawinan) dilakukan laparatomi.
Data yang diperoleh yaitu banyaknya jumlah janin pada tiap induk mencit pada kelompok kontrol maupun kelompok uji.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan
pemberian ekstrak daun Aloe vera Linn. pada kelompok uji dengan kadar 0,63%; 0,72% dapat mengurangi jumlah janin dan pada kadar 1,08% dapat meniadakan kehamilan, yang tiap kelompok uji diberikan ekstrak Aloe vera Linn. sebanyak 0,5 ml per 30 gram berat badan mencit betina.