Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan
signifikan antara financial distress dengan earnings management yang
diukur menggunakan nilai Discretionary Accrual (DA) pada badan usaha
sektor Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-
2012.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
menggunakan teknik purposive / judgement sampling. Penelitian ini
menggunakan sampel berupa perusahaan sektor manufaktur selama periode
2010-2012 yang terdaftar di PT Bursa Efek Indonesia. Jumlah sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 196 sampel dari total 297
sampel selama periode 2010-2012. Financial Distress diukur dengan
mengklasifikasikan badan usaha ke dalam kategori badan usaha financial
distress maupun badan usaha non-financial distress dengan menggunakan
adaptasi dari McKeown et al. (1991), Hopwood et al. (1994), dan Mutchler
et al. (1997). Kemudian Discretionary Accrual (DA) diukur dengan
menggunakan permodelan Dechow et al. (1995). Penelitian ini difokuskan
pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
periode 2010-2012. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan
regresi linear berganda.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif
signifikan antara financial distress pada kategori distress1 yang diukur
dengan apabila net income negatif selama tahun berjalan dengan earnings
management. Temuan yang kedua menunjukkan bahwa ada hubungan
positif signifikan antara financial distress pada kategori distress3 yang
diukur dengan apabila net income dan working capital negatif selama tahun
berjalan dengan earnings management.