Abstract :
Saat ini, proses pengetikan dengan menggunakan komputer dapat
dilakukan dengan mudah dan cepat. Pengetikan dengan menggunakan komputer
memungkinkan user untuk mengoreksi kembali hasil ketikannya sebelum dicetak.
Dalam proses pengetikan dengan menggunakan komputer, seringkali user kurang
teliti, sehingga walaupun sudah dibaca, masih ada kata-kata yang salah. Selain itu,
terkadang user tahu cara pengucapan suatu kata tetapi tidak tahu penulisannya.
Sampai saat ini, perangkat lunak yang dapat mengoreksi pengerjaan kata hanya ada
dalam bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Turki, belum ada dalam bahasa Indonesia.
Sehingga, perlu dibuat suatu sistem yang dapat mengoreksi pengejaan kata dalam
bahasa Indonesia.
Sistem yang akan dibuat ini diharapkan dapat mengoreksi setiap kata yang
diketikkan oleb user. Jika kata yang diketikkan salah, maka sistem dapat
mengganti kata tersebut dengan kata yang dianggap benar oleb sistem, yaitu kata
yang dianggap paling mirip dengan kata yang diketikkan oleh user. Untuk
mencari kata yang paling mirip ini, diperlukan suatu algoritma yang dapat
mencari nilai kemiripan antara dua kata. Algoritma yang dimaksud adalah
algoritma Qgram. Algoritma ini mampu menghasilkan nilai kemiripan antara dua
string. Dalam implementasinya, algoritma ini digunakan untuk mencocokkan
antara kata yang diketikkan oleb user dengan semua kata yang ada dalam
database, sehingga dapat ditentukan apakah kata yang diketikkan oleb user
tersebut benar atau tidak. Kata yang diketikkan oleb user dianggap benar jika nilai
Qgram tertinggi antara kata yang diketikkan dengan database adalah l00%. Tetapi
jika nilai Qgram kurang dari l00%, maka sistem akan menganggap kata yang
diketikkan oleb user tersebut salah dan kata yang dianggap benar oleb sistem
adalah kata dalam database yang mempunyai nilai Qgram tertinggi terhadap kata
yang diketikkan oleb user.
Setelah mengimplementasikan algoritma Qgram ke dalam aplikasi koreksi
pengejaan kata dalam bahasa Indonesia, didapat hasil bahwa algoritma Qgram
tidak cocok digunakan untuk aplikasi koreksi kata dalam bahasa Indonesia yang
dijalankan secara otomatis, dimana sistem langsung mengganti kata yang
diketikkan oleb user dengan kata yang dianggap benar oleb sistem. Tetapi, lebih
sesuai jika dijalankan dalam koreksi pengunaan kata dalam bahasa Indonesia
secara manual, dimana user dapat memilih sendiri kata yang dianggap benar,
sistem hanya menampilkan kata-kata dalam database yang mempunyai nilai
kemiripan di atas batas tertentu. Pengecekan secara otomatis kurang bisa
dilakukan dengan menggunakan algoritma Qgram, walaupun kata dalam database
sudah lengkap. Hal ini disebabkan karena terkadang nilai Qgram tertinggi antara
kata salah yang diketikkan oleb user dengan kata-kata dalam database didapat dari
kata dalam database yang bukan kata yang dimaksud oleh user.
Bagi pembaca yang berminat mengembangkan sistem yang dibuat dalam
tugas akhir ini, dapat mengganti algoritma Qgram dengan menggunakan weighted
Levenshtein distance untuk koreksi kata dalam bahasa Indonesia secara otomatis
ada mencari algoritma lain sehingga proses koreksi menjadi lebih cepat.