Abstract :
Lift merupakan salah satu alat untuk naik dan turun antar lantai dalam
sebuah bangunan bertingkat. Ada dua macam pengaturan dalam sistem kontrol
grup lift, yaitu pengaturan grup lift (grup kontroler) dan pengaturan gerakan
masing-masing lift (kereta kontroler). Pengaturan grup lift adalab menentukan lift
yang akan ditugaskan untuk menjawab panggilan berdasarkan informasi dari
keadaan masing-masing lift dan tombol panggil dari tiap lantai. Pengaturan
gerakan masing-masing lift adalah mengatur gerakan naik turunnya lift agar
nyaman bagi penumpang.
Logika fuzzy merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk
membantu pengaturan grup lift dan pengaturan motor pengontrol lift. Logika
fuzzy adalah suatu metode komputasi yang memetakan input menjadi output.
Dengan logika fuzzy, jika output sistem tidak sesuai dengan yang diharapkan,
maka tidak perlu mengubah keseluruhan sistem, mungkin hanya perlu merubah
beberapa fungsi keanggotaan atau aturan fuzzy. Perangkat lunak mensimulasikan
gerakan lift dan kondisi-kondisi lift seperti yang ditemukan pada sistem lift yang
sesungguhnya.
Pada sistem fuzzy grup kontroler, sistem akan mencari prioritas dari setiap
lift. Lift dengan prioritas tertinggi akan ditugaskan untuk menangani panggilan
lantai. Pada sistem fuzzy kereta kontroler, dengan mengetahui batas kenyamanan,
berupa kecepatan lift, maka akan dilakukan pengaturan daya motor lift. Jika
kecepatan aktual lift kurang dari kecepatan batas kenyamanan, maka daya motor
akan ditambah, sedangkan jika kecepatan aktual lift lebih dari kecepatan batas
kenyamanan maka daya akan dikurangi agar kecepatan lift dapat setepat mungkin
dengan kecepatan batas kenyamanan lift.
Uji coba pada perangkat lunak ini dilakukan dengan dua cara, yaitu
verifikasi dan validasi. Verifikasi dilakukan dengan menjalankan perangkat lunak
dengan hasil sistem lift yang disimulasikan sudah sesuai dengan sistem lift yang
sesunguhnya dan program telah bebas error. Validasi dilakukan dengan mencoba
program dengan beberapa macam masukan data gedung dan lift, data fuzzy grup
dan kereta kontroler, dengan hasil output program untuk sistem fuzzy grup dan
kereta kontroler sudah sama dengan perhitungan manual.
Kesimpulan yang diperoleh dari pembuatan tugas akhir ini adalah simulasi
lift dapat digunakan untuk pengaturan grup kontroler dan kereta kontroler lift.
Saran untuk pengembangan lebih lanjut yaitu ruang lingkup diperluas dan
diterapkan pada lift yang sesungguhnya.