Abstract :
Dengan makin berkembangnya kegiatan perekonomian dan kemajuan teknologi dewasa ini, badan usaha semakin memerlukan investasi yang cukup besar dalam pengadaan barang modalnya. Keadaan ini menimbulkan permasalahan baru dalam hal pembiayaan. Kebutuhm pembiayaan yang semakin beragam tidak hanya bertumpu pada sistem pembiayaan melalui pasar uang dan pasar modal saja tetapi diperlukan suatu alternatif pembiayaan lain yang akhir-akhir ini banyak
diminati oleh badan usaha adalah leasing.
PT. "X" adalah suatu badan usaha yang bergerak dalam bidang
konstruksi. Untuk menunjang kelancaran badan usaha dalam pelaksanaan proyek, badan usaha memutuskan untuk menambah alat berat yang dimilikinya dengan menggunakan jasa leasing. Dalam hal metode perlalaan atas transakasi sewa guna usaha badan usaha menggunakan metode operating lease yaitu dengan mengakui setiap pembayaran sewa guna usaha
sebagai biaya sewa sampai berakhirnya periode sewa guna usaha. Dan akibat yang ditimbulkan dengan menggunakan metode operating lease tersebut yaitu memperkecil laba kena pajak dan ini berpengaruh pada laporan keuangan yang diterbitkan oleh badan usaha. Dalam perhitungan biaya kontrak konstruksi badan usaha belum mengalokasikan peralatan ke dalam biaya proyek kontruksi dikarenakan
Maka semua proyek menggunakan alat berat. Dan akibat yang ditimbulkan pada laba rugi per proyek terlalu besar dan hal ini tidak mencerminkan pendapatan yang wajar...