Abstract :
Pendidikan musik di Barat dipercaya mampu menjadi dasar pendidikan
estetika. Sedangkan di Indonesia pendidikan musik mulai berkembang beberapa
dekade belakangan ini. Belum banyak orang tua yang memahami sepenuhnya
manfaat proses pembelajaran musik bagi anak. Belum banyak pula praktisi di dunia
pendidikan musik yang dengan kreatif mengusahakan cara pengajaran yang dapat
diterima bagi banyak kalangan.
Pembelajaran tangga nada adalah salah satu dasar pembentuk unsur musikal
dalam diri seorang siswa yang belajar musik. Sayangnya materi tangga nada menjadi
momok dalam proses pembelajaran musik sehingga unsur penting itu menjadi kurang
kuat dalam diri siswa. Pembelajaran tangga nada selama ini dianggap monoton,
membosankan dan tidak bermanfaat padahal jika materi tangga nada diberikan
dengan cara yang tepat dan sesuai dengan karakteristik kebutuhan siswa maka
pelajaran tangga nada akan menjadi mudah dan menyenangkan.
Penelitian ini mencobakan sebuah alternatif pembelajaran tangga nada yang
mudah dan menyenangkan bagi siswa kursus musik piano tingkat Pra lndria II.
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada perbedaan kemampuan
pemahaman tangga nada antara sebelum dan setelah pemberian pelatihan Easy &
Fun. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kursus musik piano yang berusia
tujuh hingga dua belas tahun, dengan jumlah subyek dua puluh orang. Metode
pengumpulan data dengan tes kemampuan pemahaman tangga nada pretest dan
posttest. Data dianalisis dengan menggunakan teknik statistik t-tes.
Dari penelitian ini, diketahui bahwa ada perbedaan kemampuan tangga nada
antara sebelum dan setelah pemberian pelatihan Easy & Fun (t = -3,799 dan p =0,001). Hasil pelatihan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam
kemampuan pemahaman tangga nada antara sebelum dan setelah diberikan pelatihan
Easy & Fun.
Saran bagi proses pembelajaran musik yang dapat diberikan dari hasil
penelitian yang berlandaskan pada prinsip - prinsip pembelajaran yang bersifat
kumulatif, sekuensial, aplikatif dan menyenangkan ini adalah bahwa hendaknya
kegiatan pelatihan dilaksanakan berkesinambungan sehingga tercapai kemampuan
pemahaman tangga nada yang bersifat lebih menetap.