Abstract :
Hipertensi (HT) sering muncul bersamaan dengan diabetes melitus (DM).
Prevalensi hipertensi pada populasi dengan diabetes lebih tinggi dibanding pada
populasi non-diabetes.Terapi (obat) yang diberikan bisa berjumlah banyak
(polifarmasi), sehingga penanganan terapinya memerlukan ketelitian yang lebih.
Kekurangtelitian akan menyebabkan timbulnya masalah-masalah pada obat-obat
tersebut, sehingga muncul istilah Drug Related Problems (DRP) atau masalahmasalah
yang terkait dengan obat. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan.
Penelitian dilakukan secara retrospektif pada data rekam medik (RM) pasien HT
dengan DM rawat inap di RSU Haji Surabaya selama bulan Januari 2006 s.d Juli
2007 yang mendapat terapi antihipertensi. Dilakukan penyaringan data RM yang
sesuai kriteria penelitian, kemudian diolah secara deskritif. Sebanyak 46 sampel
diteliti, ditemukan 22 sampel terjadi DRP. Kategori DRP yang didapat adalah
potensi interaksi obat sebanyak 43,83%, sementara kesalahan pemilihan terapi
pengobatan, dosis subterapetik, overdosis, dan reaksi obat yang tidak dikehendaki
tidak ditemukan. Untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya
mereka yang memiliki penyakit HT dengan DM. sangat diperlukan peranan klinisi
dalam menghindarkan pasien dari DRP. Kerjasama antar semua pemberi layanan
klinik (dokter, farmasis, perawat, dsb ) sangat diperlukan.