Abstract :
Krisis ekonomi yang terjadi di lndonesia telah membawa dampak hampir di semua bidang kehidupan. Salah satu sekor industri yang masih mampu mengatasi krisis ini, yaitu
industri pulp dan kertas. PT "X' merupakan badan usaha yang
bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi kertas karton. Upaya untuk tetap bertahan dalam dunia bisnis
dengan persaingan yang semakin ketat serta upaya untuk mencapai target penjualan yang telah ditetapkan, menyebabkan transaksi penjualan menduduki posisi penting
dalam PT'X'. Oleh karena itu, transaksi penjualan harus didukung dengan pengendalian yang baik agar terhindar dari kemungkinan terjadinya kecurangan, penggelapan, kesalahan
pencatatan, atau penyimpangan dari prosedur dan kebijakan
yang telah ditetapkan badan usaha. Untuk mengetahui bagaimana kepatuhan tiap-tiap bagian dalam siklus penjualan
dan penagihan piutang terhadap kebijakan dan prosedur
tersebut maka dilakukan compliance test. Penerapan compliance test dalam rangka menilai efektivitas pengendalian internal pada siklus penjualan dan penagihan piutang PT "X" ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu
melaksanakan pengamatan atas prosedur dan kebijakan dalam siklus penjualan dan penagihan piutang, kuesioner dan interview dengan pihak yang berwenang serta melakukan
pengujian secara attribute sampling. Ruang lingkup
penelitian ini dibatasi hanya pada penjualan kredit untuk donestik karena penjualan tersebut yang dominan, sehingga
untuk penagihan piutang juga dari penjualan tersebut.
Data yang digunakan merupakan data tahun 2001 dimana memakai metode pengujian attribute sampling dengan model stop-or-go sampling. Hasil pelaksanaan compliance test pada
siklus penjualan dan penagihan piutang menunjukkan bahwa
bagian-bagian yang terkait dalam siklus tersebut telah mematuhi seluruh prosedur dan kebijakan yang ditetapkan PT "X', walaupun masih ada beberapa penyimpangan kecil yang
terjadi. Sedangkan dari evaluasi atas pengendalian internal, PT "X' telah memiliki struktur organisasi dengan
pemisahan fungsi yang jelas, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang menggunakan dokumen dan catatan yang cukup memadai, serta praktik-praktik sehat yang telah dilakukan
dengan baik. Namun masih ada beberapa kekurangan seperti tidak dipisahkannya bagian penjualan dengan bagian pemberi
otorisasi kredit, kurangnya ketegasan dalam menetapkan
jangka waktu pembayaran kedit, serta belum adanya auditor
internal yang melakukan pemeriksaan secara rutin dan mendadak sehingga kelemahan yang terdapat dalam pengendalian
internalnya tidak dapat segera diketahui. Oleh karena itu, sebaiknya kelemahan-kelemahan tersebut segera diatasi dan diperbaiki agar tidak menimbulkan kerugian pada PT "X".