Abstract :
Pada umumnya setiap investor yang hendak berinvestasi pada
surat berharga menggunakan analisis fundamental, yang lebih memfokuskan pada laporan keuangan, untuk mengetahui kinerja badan usaha. Metode yang paling sering digunakan dalam
analisis fundamental adalah pendekatan Price Earning Ratio
(PER). Pendekatan Price Earning Ratio (PER) ini memakai
laporan laba-rugi yang memuat informasi mengenai earning untuk memperkirakan harga saham di masa mendatang.
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk
membuktikan secara empirik apakah Price Earning Ratio (PER)
mempunyai pengaruh terhadap return saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ), dan untuk mengetahui seberapa besar tingkat
pengaruh Price Earning Ratio (PER) terhadap return saham tersebut. Metode pengolahan data yang digunakan untuk
menguji kebenaran hipotesis, yang menduga bahwa terdapat
pengaruh Price Earning Ratio (PER) terhadap return saham,
adalah regresi linier sederhana. Tujuannya adalah untuk
mengetahui arah dan pengaruh dari variabel independen (Price
Earning Ratio) terhadap variabel dependen (return saham).
Selain itu, koefisien determinasi (R square) menyatakan
proporsi dalam variabilitas variabel dependen yang dapat
dijelaskan oleh variabel independen dalam sebuah hubungan
linier. Sedangkan perhitungan koefisien korelasi (R) adalah untuk menunjukkan tingkat kekuatan hubungan antara varaibel dependen dan independen apabila bentuk hubungannya linier.
Data-data yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan
program SPSS (Statistical Program for Science) 10.0 for
windows. Objek dari penelitian ini adalah badan usaha-badan
usaha yang tergabung dalam sektor manufaktur yang listing
di Bursa Efek Jakarta dan yang memiliki Earning Per Share
(EPS) positif untuk periode 31 Desember 1995 - 3l Desember
2000. Untuk variabel-variabel yang diteliti diperoleh dari laporan keuangan yang terangkum dalam Indonesian Capital
Market Directory (ICMD) tahun 1997 dan tahun 2000, dan juga
dengan mendownload dari www.jsx.co.id. Berdasarkan hasil
pengolahan data, maka dapat diketahui bahwa terdapat dua
dari lima persamaan linier sederhana mengenai Price Earning
Ratio (PER) yang memiliki pengaruh terhadap return saham karena tingkat signifikansinya kurang dari signifikansi a,
yaitu pengaruh Price Earning Rario (PER) terhadap return saham pada periode 31 Desember 1995 - 31 Desember 1996 dan
untuk periode 3l Desember 1996 - 31 Desember 1997.
Untuk tiga periode berikutnya yakni 31 Desember 1997 -
31 Desember 2000, Price Earning Ratio (PER) tidak mempunyai
pengaruh terhadap return saham. Dengan demikian, hipotesa awal (H0) yang menyatakan tidak ada pengaruh antara Price Earnings Ratio (PER) dengan return saham yang dihasilkan
perusahaan-perusahaan manufuktur yang go public di Bursa
Efek Jakarta diterima untuk tiga periode yang dimulai dari
31 Desember 1997 - 3l Desember 2000. Sedangkan hipotesa alternatif (Hl) yang menyatakan ada pengaruh antara Price Earnings Ratio (PER) dengan return saham yang dihasilkan
perusahaan-perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Jakarta juga diterima untuk periode 31 Desember 1995 -
3l Desember 1996 dan untuk periode 31 Desember 1996 - 31
Desember 1997. Dari hasil pengujian dan pengamatan, juga
dapat dilihat tingkat pengaruh (koefisien determinasi)
Price Earnings Ratio (PER) terhadap return saham yang
dihasilkan perusahaan-perusahaan manufaktur yang go public
di Bursa Efek Jakarta selama periode 3l Desember 1995 -
31 Desember 2000 hanya berkisar antara 0% sampai dengan 7,3%. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang
dilakukan oleh Previts (1994) yang mengungkapkan bahwa
korelasi antara informasi akuniansi yang ditampilkan dalam
laporan keuangan dan pergerakan harga saham hanya berkisar dari 0,03 sampai 0,15.