Abstract :
Sejak makin memburuknya perekonomian Indonesia yang ditandai
dengan adanya krisis moneter, pemerintah semakin menggalakkan penerimaan dari sektor pajak. Tindakan ini
dilakukan dengan mengefisienkan pemungutan pajak dan
mencegah kebocoran maupun praktek penggelapan pajak. Sejalan
dengan hal ini, laporan keuangan yang disediakan oleh badan
usaha merupakan informasi yang sangat penting. Oleh karena
itu penyajian informasi keuangan yang relevan dan mudah
dipahami merupakan tuntutan besar bagi badan usaha.
Menyadari hal tersebut, Ikatan Akuntan Indonesia mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 46
yang disahkan tanggal 23 Desember 1997 tentang Akuntansi
Pajak Penghasilan. PSAK 46 ini bukan merupakan ketentuan
perpajakan, namun aturan akuntansi yang mengatur bagaimana
suatu laporan keuangan yang berkaitan dengan pajak
penghasilan disajikan. PSAK 46 mewajibkan perusahaan
mengakui adanya konsekuensi pajak dimasa mendatang (future
tax effects) akibat adanya beda temporer. Untuk itu PSAK 46
menggunakan pendekatan asset-liability method. PT "AZ" yang
bergerak di bidang industri baban kimia terutama kimia
khusus untuk kertas, selama ini hanya menyajikan pajak
penghasilan kini dan belum menyajikan adanya konsekuensi
pajak di masa mendatang akibat beda temporer yang terjadi.
Hal ini menyebabkan laporan keuangan PT "AZ" belum menyajikan informasi yang lengkap dan kurang menggambarkan
kondisi badan usaha yang sesungguhnya. Penggunaan asset-liability method sesuai penerapan PSAK 46 menyebabkan
konsekuensi pajak di masa mendatang akibat beda temporer,
muncul sebagai aktiva (kewajiban) pajak tangguhan di neraca
dan mengakui adanya penghasilan (beban) pajak tangguhan di
laporan laba rugi. Adanya pajak tangguhan ini akan mempengaruhi besarnya laba kena pajak badan usaha, karena
beban pajak yang disajikan oleh badan usaha tidak lagi hanya
mengakui adanya pajak kini (current tax), namun juga mengakui adanya pajak tangguhan (deferred tax). Penyajian
aktiva pajak tangguhan dalam neraca PT "AZ" tahun 2000 dan
2001 menunjukkan adanya beda temporer yang dapat dikurangkan
( dapat dimanfaatkan sebagai pengurang laba fiskal) di masa
mendatang. Dengan menerapkan PSAK 46, laporan keuangan PT "AZ" dapat menyajikan informasi yang lebih relevan bagi
pemakai laporan keuangan. lnformasi yang tersedia lebih
menggambarkan kondisi badan usaha terutama berkaitan dengan
prediksi aliran kas di masa mendatang. Sehingga penerapan
PSAK 46 ini disadari atau tidak akan meningkatkan kualitas
pengambilan keputusan para pemakai laporan keuangannya.