Abstract :
Sejalan dengan mengglobalnya perekonomian dunia, terjadi
pula perkembangan teknologi, terutama teknologi informasi.
Setiap badan usaha harus berusaha untuk menjaga kelangsungan
hidupnya agar dapat bersaing. Dalam persaingan, badan usaha
dapat melakukan kegiatan usahanya secara lebih efisien dan
efektif agar hasil yang diperoleh lebih maksimal. Badan
usaha "X" yang beralokasi di Surabaya ini bergerak dalam
bidang produksi dan pengemasan makanan ringan, selalu
berusaha untuk meningkatkan penjualannya karena sebagian
besar laba badan usaha diperoleh dari aktivitas penjualan.
Dengan demikian diharapkan tujuan badan usaha dapat tercapai. Untuk mencapai tujuan badan usaha diperlukan
suatu sistem pengendalian internal yang baik serta sistem
informasi akuntansi yang cepat, tepat, dan akurat dalam
usaha peningkatan efektivitas badan usaha. Pada skripsi ini
dibahas mengenai siklus penjualan yang meliputi penjualan
tunai dan kredit, penagihan dan penerimaan kas, serta retur
penjualan. Skripsi ini mengidentifikasikan unsur pengendalian internal badan usaha serta kelemahan struktur
organisasi dan kelemahan siklus penjualan.
Dengan adanya kelemahan tersebut, maka dapat dilakukan
perbaikan untuk meningkatkan pengendalian internal badan
usaha. Kemudian diusahakan dan dirancang suatu sistem
informasi akuntansi yang bersifat manual dan formal pada
siklus penjualan. Serta saran rancangan dokumen dan laporan
yang bersifat informatif yang ditujukan kepada pihak
manajemen untuk meningkatkan pengendalian internal.
Sistem informasi akuntansi manual ini dirancang bukanlah
yang terbaik tapi ini dikatakan baik untuk kondisi sekarang
pada badan usaha. Karena pada badan usaha menuntut adanya
suatu sistem informasi akuntansi yang mudah diterapkan dan
cepat dimengerti oleh pelaksana badan usaha, dan juga yang
menjadi pertimbangan adanya biaya yang harus dikeluarkan
diusahakan seminim mungkin. Maka sistem informasi akuntansi
ini dapat dikatakan tepat untuk diterapkan dalam badan
usaha pada kondisi sekarang sebagai langkah awal untuk
meminimumkan adanya penyimpangan-penyimpangan, peningkatkan
pengendalian internal, serta efektivitas kinerja badan
usaha. Apabila sistem pengendalian internal yang dirancang
telah diterapkan dalam badan usaha, maka diharapkan
informasi yang dihasilkan dapat diandalkan, penyimpangan
dalam badan usaha dapat berkurang, serta tujuan badan usaha
dapat tercapai. Dari uraian di atas, dapat ditarik suatu
simpulan, yaitu setiap badan usaha baik badan usaha besar
maupun badan usaha kecil harus memiliki suatu sistem
pengendalian internal yang baik serta sistem informasi
akuntansi yang tepat guna mencegah hal-hal buruk yang tidak
diinginkan yang dapat merugikan badan usaha tersebut.