Abstract :
Dalam dunia persaingan, perkembangan produk dan proses
teknologi yang cepat menuntut setiap badan usaha harus mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan. Untuk dapat bertahan badan usaha harus mempunyai strategi yang tepat Agar tidak kalah bersaing dengan badan usaha lain, PT"X"
berusaha meningkatkan efisiensi baik biaya dalam kaitannya
dengan aktivitas dan juga perlu mengetahui keunggulan pT"X"
itu sendiri, sehingga PT"X" perlu didukung melalui penerapan
value chain. Penerapan value chain ini dilakukkan dengan
cara memilah-milah biaya yang terjadi pada badan usaha ke
dalam aktivitas primer yang dibagi lagi menjadi aktivitas
inbound logistic, operations, outbound logistic, marketing
and sales, services, technology development, human resource
management dan firm infrastructure. Kemudian dilakukan
alokasi biaya pada aktivitas tetap pada tiap aktivitas
langsung, aktivitas tidak langsung, dan aktivitas pemastian
mutu., untuk mengidentifikasikan keterkaitan antara
aktivitas primer dan aktivitas pendukungnya. Atas analisis
penggunaan sumber daya manusia dan pembelian input juga
dilakukan untuk mengidentifikasikan besarnya pemakaian
tenaga kerja dan penggunaan masukan dalam aktivitas badan
usaha. Dengan penerapan value chain, diharapkan pT"X" dapat
mengetahui distribusi biaya pada tiap-tiap aktivitas nilai yang kemudian dilakukan koordinasi dan optimasi secara lebih
baik untuk mencapai efisiensi dan efektivitas. Dari adanya
penurunan biaya tersebut, badan usaha bisa menetapkan harga
jual yang bersaing, serta menetapkan keunggulan bersaingnya
yaitu keunggulan biaya.