Abstract :
Saat ini industri botol gelas di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat, hal ini berkaitan erat dengan menguatnya permintaan botol gelas baik di pasar dalam negeri maupun pasar ekspor. Salah satu produser botol
gelas yang tergolong besar dan berkembang pesat saat ini
adalah PT "L", dimana sebagian besar orientasi pasarnya
adalah untuk memenuhhi kebutuhan pasar didalam negeri dan selebihnya sudah diekspor. PT 'L" melakukan proses produksinya berdasarkan pesanan dan seringkali tidak dapat memenuhi permintaan potensial dari konsumen, hal ini disebabkan karena lamanya waktu yang dibutuhkan dalam proses produksinya. Salah satu hal yang menyebabkan lamanya
proses produksi adalah tidak adanya keseimbangan kerja pada
masing-masing bagian pada proses produksi. Hal ini berakibat lebih lanjut yaitu pencapaian laba tidak
terpenuhi dan kapasitas mesin tidak digunakan secara optimal. Untuk memperbaiki kinerja, badan usaha perlu
melakukan continous improvement dalam aktivitas produksinya.
Dalam hal ini ada dua tolak ukur yang digunakan yaitu cycle time dan velocity, hal ini penting karena merupakan
pengukuran yang essential yang mengukur kemampuan badan
usaha dalam hal peningkatan kapasitas produksi berdasarkan waktu. Pembahasan skripsi ini hanya dibatasi pada cycle time
karena bermanfaat untuk mengetahui waktu yang sebenarnya dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah produk, karena hal ini berkaitan dengan rencana dan jadwal produksi serta memudahkan dalam perhitungan biaya produksi. Aktivitas
dalam suatu proses produksi dapat dikelompokkan kedalam value added dan non value added activities. Value added time
yang ditimbulkan dari value added activities saja yang
seharusnya ada dalam memproduksi suatu produk sedangkan non value added time yang ditimbulkan dari non value added activities seharusnya dihilangkan karena hanya merupakan
pemborosan. Value added time terdiri dari process time,
sedangkan non value added time terdiri dari move time, inspection time, dan wait time. Sehingga dengan meningkatkan
efisiensi dari value added activities atau mengeliminasi non
value added, cycle time akan menurun. Cycle time dapat dianalisis dengan Manufacturing Cycle Effrciency (MCE), yang
tujuannya mengeliminasi non value added time dan jika
besarnya MCE mendekati 100% maka cycle time akan menurun
sehingga efisiensi dan efektivitas dapat tercapai. Dari
pengamatan yang dilakukan di PT 'L" diketahui bahwa total
waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi satu batch botol
gelas adalah 1440 menit dan ini terdiri dari 840 menit
process time, 360 menit inspection time,205 move time, dan
35 menit wait time. Ini menunjukkan bahwa masih terdapat non value added time yang cukup tinggi. Dari hasil observasi
yang dilakukan, diketahui bahwa pengurangan non value added
time dapat dilakukan pada salah satu aktivitas move time dan inspection time yaitu pengiriman bahan baku ke pabrik
dan proses penyortiran botol gelas. Waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman bahan baku ke pabrik adalah 150 menit dan
untuk penyortiran botol gelas 240 menit. Setelah badan usaha menrapkan analisis cycle time diketahui waktu untuk aktivitas tersebut dapat dikurangi menjadi 75 menit dan 90
menit. Dengan menerapkan analisis cycle time dapat diketahui
bahwa MCE-nya meningkat, yang semula 58,33% menjadi 68,57%