Abstract :
PT "X" merupakan badan usaha yang bergerak dibidang industri
lemari besi. Selain memproduksi lemari besi perusahaan
tersebut juga memproduksi pintu khasanah dan berbagai macam
lemari lain yang terbuat dari besi yang digunakan untuk
keperluan pengamanan harta milik badan usaha. Dengan
semakin berkembangnya usaha, badan usaha ini memerlukan
sistem pengendalian internal yang baik yang disesuaikan
dengan kondisi badan usaha dalam meminimalkan terjadinya
kesalahan. Sehubungan dengan itu maka skripsi ini berusaha
menganalisa sistem pengendalian internal atas siklus
penjualan pada PT "X" untuk menemukan kelemahan dalam sistem
tersebut. Kelemahan-kelemahan itu akan diperbaiki sehingga
pengendalian internalnya akan dapat ditingkatkan. Data-data
yang digunakan analisa ini adalah: prosedur-prosedur dalam
siklus penjualan, struktur organisasi, dokumen-dokumen yang
digunakan, serta informasi lain yang diperoleh dari hasil
wawancara dan observasi. Dari hasil analisis ada beberapa
kelemahan yang harus diatasi untuk meningkatkan pengendalian
internal pada PT "X". Kelemahan-kelemahan tersebut antara
lain: terdapat perangkapan fungsi atas fungsi pencatatan
dengan fungsi penyimpanan, pengendalian internal terhadap
transaksi penjualan kredit pada badan usaha kurang memadai,
perlindungan terhadap sediaan pada badan usaha kurang
memadai, pengendalian terhadap penggunaan dokumen belum
memadai serta perlindungan terhadap penjualan fiktif kurang
memadai. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, skripsi ini
merekomendasikan beberapa cara, yaitu: PT "X" sebaiknya
melakukan pemisahan antara fungsi akuntansi dengan fungsi
kasir Pada "X'' juga perlu ada bagian kredit untuk mencegah
timbulnya piutang tak tertagih pada badan usaha.
Untuk melindungi sediaan dengan lebih baik maka sebaiknya
surat jalan dibuat oleh bagian penjualan sebagai otorisasi
pengiriman barang kepada pelanggan sehingga pengeluaran
barang dari gudang menjadi lebih terkendali. Untuk melakukan
pengendalian dalam penggunaan dokumen maka sebaiknya
dokumen-dokumen tersebut dibuat secara premumbered.
Serta untuk perlindungan atas penjualan fiktif maka
sebaiknya pemesanan yang dilakukan oleh pelanggan baru
melalui telepon dilakukan konfirmasi kembali oleh salesman
yang langsung mendatangi pelanggan tersebut. Hasil rekomendasi tersebut diwujudkan dalam usulan prosedur
untuk tiap aktivitas dalam siklus penjualan. Dengan
menerapkan usulan prosedur ini diharapkan pengendalian
internal atas siklus penjualan pada PT "X" dapat ditingkatkan.