Abstract :
Era persaingan yang kian ketat menuntut badan usaha untuk selalu mengembangkan dirinya supaya badan usaha tersebut
dapat tetap bertahan. Demikian halnya dengan PT 'X' karena pertumbuhan industi sepeda motor semakin meningkat, sehingga secara tidak langsung mendorong pertumbuhan
industri velg racing sepeda motor di Indonesia. Hal ini
menuntut PT "X" untuk berupaya melakukan inovasi produknya
secara terus menerus. PT "X' merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri velg racing agar tetap bertahan dan berkembang di tengah era persaingan antar industri velg racing yang kian ketat maka badan usaha ini
harus melakukan perbaikan dan peningkatan. Untuk dapat melakukan hal ini perlu ditunjang dengan adanya sistem
yang baik sehingga bisa menghasilkan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Disamping itu PT "X" harus memperhatikan
pula ketepatan waktu penyelesaian proses produksinya.
Mengingat keterlambatan penyelesaian produksi berpengaruh terhadap kepuasan konsumen, maka dampak ini harus segera diatasi. Sama dengan badan usaha yang lain, kelangsungan hidup PT "X" tergantung pada kelancaran proses produksi,
kelancaran proses produksi ini tentu saja tergantung pada prosedur-prosedur yang terkait seperti proses perencanaan produksi, proses pengendalian bahan baku, proses
pengendalian produksi. Namun ternyata terdapat beberapa
laporan yang berhubungan dengan proses produksi tidak mampu memberikan informasi yang cepat, tepat, akurat serta relevan sebagai pertimbangan bagi manajer badan usaha untuk
pengambilan keputusan. Disamping itu, manajer badan usaha
kurang menyadari arti dan peranan sistem akuntansi, sehingga data yang sudah ada tidak memberikan informasi
yang akurat dan tepat waktu sesuai dengan yang dibutuhkan. Hal ini disebabkan karena pemisahan fungsi serta pembagian
tugas diantara masing-masing fungsi tersebut masih belum di
jalan sebagaimana mestinya.