Abstract :
Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang
mewarnai kehidupan manusia secara global. Salah satu
kemajuan teknologi informasi tersebut adalah sistem
pengolahan data dengan menggunakan peralatan elektronik
yaitu komputer. Teknologi komputer telah membuat hampir semua aktivitas kehidupan manusia telah dipermudah dengan
kehadirannya. Perkembangan komputer tidak hanya dirasakan
pada dunia hiburan saja tetapi juga dibidang pendidikan dan
bisnis. Kemajuan teknologi ini menawarkan berbagai fasilitas
yang menguntungkan diantaranya dalam menghemat waktu dan
tenaga. Sistem manual sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan dan diganti dengan sistem komputerisasi dengan
teknologi yang lebih canggih. Setiap badan usaha tentunya
menginginkan laba yang maksimum. Aktivitas pada siklus
pendapatan menjadi pemegang peranan penting didalam
menentukan laba badan usaha. Untuk mengatasi hal tersebut,
penilaian dan penyajian sistem pengendalian internal pada
siklus pendapatan sangat diperlukan. PT."X" merupakan
distributor alat-alat listrik merk "Mitsubishi" dari Jepang
yang berlokasi di Jakarta dan membuka anak cabang di
Surabaya. Pengendalian internal atas siklus pendapatan
belum memadai. Hal ini dapat dilihat dari perangkapan
fungsi-fungsi dalam badan usaha sehingga banyak terjadi
penyelewengan-penyelewengan dan kecurangan-kecurangan yang
merugikan badan usaha. Perangkapan fungsi ini terjadi pada
bagian akuntansi yang merangkap sebagai kasir. Hal ini akan
mengakibatkan kecurangan dalam pencatatan akuntansi dan
penerimaan uang. Selain itu perangkapan fungsi juga terjadi
pada salesman. Salesman yang bertugas mencari pelanggan,
menjual barang dan menawarkan produk baru yang ada merangkap
sebagai petugas pengirim barang dan penagihan atas piutang
yang terjadi karena penjualan kredit. Hal ini bisa
mengakibatkan penjualan fiktif dan penyelewengan atas uang
hasil tagihan untuk kepentingan pribadi. Dalam menjalankan
aktivitasnya, PT. "X" telah menggunakan komputer. Tetapi
komputer digunakan hanya untuk mengetik seperti mesin tik
biasa. Komputer ini digunakan untuk mengetik laporan laba-rugi, laporan penjualan, neraca dan lain-lain dengan
program-program yang sederhana seperti WS dan Lotus.
Jadi komputer dalam PT."X" belum digunakan secara optimal
untuk dapat memberikan informasi penjualan dan penagihan
yang baik. Untuk mengatasi hal-hal diatas, badan usaha
hendaknya melakukan pemisahan fungsi-fungsi yang ada, seperti pemisahan fungsi kasir dan fungsi akuntansi. Selain
itu juga pemisahan antara salesman, bagian pengiriman dan
bagian penagihan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah
meningkatkan pemeriksaan dan pengawasan pada siklus
pendapatan serta perlunya penyebaran dokumen-dokumen ke
masing-masing bagian dalam badan usaha dan mengoptimalkan
penggunaan komputer yang ada dalam badan usaha dengan
memanfaatkan semua program dalam sistem Electronic
Data Processing (EDP). Apabila sistem pengendalian internal
yang memadai telah diterapkan, maka informasi yang
dihasilkan dapat dikatakan sebagai informasi yang dapat
diandalkan. Penyelewengan-penyelewengan dan kecurangan-
kecurangan dapat dikurangi, laporan yang dihasilkan menjadi
lebih akurat. Disamping itu manajemen badan usaha dapat
membuat putusan yang lebih cepat dan akurat. Sehingga dalam
jangka panjang badan usaha dapat meningkatkan profitabilitasnya.