Abstract :
Petis termasuk produk bahan pangan yang mengandung air, dan
merupakan media pertumbuhan mikroorganisme. Pabrik "X" memproduksi petis
dengan kandungan Na-Benzoat 0,25% sebagai pengawet, namun dalam jangka
waktu satu bulan pada petis tersebut nampak pertumbuhan mikroorganisme.
Dalam penelitian ini telah dilakukan uji efektivitas penambahan kalium sorbat
sebagai pengawet terhadap isolat bakteri pada petis. Konsentrasi kalium sorbat
yang digunakan adalah 0,05%; 0,10%; 0,15%; dan 0,20%. Sebelum dilakukan
uji efektivitas penambahan berbagai konsentrasi kalium sorbat sebagai pengawet,
terlebih dahulu dilakukan isolasi dan identifikasi terhadap mikroorganisme yang
tumbuh pada petis tersebut. Metode Uji Efektivitas Pengawet yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Metode Pengujian Efektivitas Pengawet menurut FI
IV dan USP XXIII. Prinsip metode ini adalah sampel petis yang mengandung
pengawet sebelumnya diberi sejumlah tertentu suspensi bakteri isolat sehingga
jumlah sel isolat dalam sampel setelah diinokulasi adalah antara 105 sampai 106
koloni per gram sampel. Kemudian suspensi tersebut diinkubasikan. Interval
waktu pengujian dilakukan pada 0,7,14,21,28 hari. Setelah masa inkubasi dihitung
jumlah angka lempeng total bakteri tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan
bahwa penambahan konsentrasi Kalium Sorbat 0,15% dan 0,20% memberikan
efektivitas yang lebih baik daripada penambahan konsentrasi 0,05% dan 0,10%