Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek mutagenisitas ekstrak cair rimpang Temu putih (Curcuma zedoaria) dengan metode mutasi balik pada bakteri Salmonella typhimurium TA 1537, mengingat bahwa manfaat dari rimpang Temu putih ini adalah untuk mengatasi nyeri haid, pencernaan yang tidak
baik, sakit maag, luka memar, dan salah satunya mengatasi kanker kulit dan rahim, sehingga diduga dapat mengakibatkan perubahan urutan nukleotida yang menyebabkan mutasi genetik pada enzim DNA polimerase. Penelitian dilakukan tiga pengujian yaitu: 1). Uji konfirmasi, 2). Uji pendahuluan, dan 3). Uji mutagenisitas. Uji konfirmasi dengan ekstrak cair rimpang Temu putih (Curcuma zedoaria), di1akukan terhadap keperluan histidina atau triptofan, faktor R, mutasi rfa, dan mutasi uvrB untuk mengetahui bakteri Salmonella typhimurium TA I537 yang digunakan benar-benar sesuai dengan syarat yang sudah ditentukan dengan menggunakan pembanding bakteri Salmonella typhimurium TA 102. Uji pendahuluan menggunakan bakteri Salmonella typhimurium TA 100 diiakukan pada dosis 50 ?g/lempeng, 100 ?g/lempeng, 250 ?g/lempeng, 500 ?g/lempeng, 1000 ?g/lempeng, 2500 ?g/lempeng, 5000 ?g/lempeng, dan 10000 ?g/lempeng untuk menentukan dosis yang akan digunakan pada uji mutagenisitas. Uji mutagenisitas dengan ekstrak cair rimpang Temu putih (Curcuma zedoaria) dilakukan pada bakteri Salmonella typhimurium TA 1537 pada dosis 625 ?g/lempeng, 1250 ?g/lempeng, 2500 ?g/lempeng, 5000 ?g/lempeng, 10000 ?g/lempeng dengan dan tanpa penambahan aktivitas metabolik (S9). Pengamatan dilakukan dengan menghitung jumlah koloni revertan dan dibandingkan terhadap jumlah koloni revertan spontan pada lempeng kontrol. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak cair rimpang Temu putih (Curcuma zedoaria) dosis 625 ?g/lempeng, 1250 ?g/lempeng, 2500
?g/lempeng, 5000 ?g/lempeng, dan 10000 ?g/lempeng tidak memberikan efek mutagenik dan aman pada bakteri Salmonella typhimurium TA 1537.