Abstract :
Dalam dunia bisnis yang semakin berkembang dan persaingan yang
semakin ketat, perusahaan-perusahaan semakin diharuskan untuk mengambil
keputusan yang tepat, terutama menyangkut operasional badan usaha. Oleh
karena itu informasi sangat memegang peranan penting dalam pengambilan
keputusan sehingga informasi yang disajikan harus relevan, dapat diandalkan
sehingga bermanfaat bagi pembaca laporan keuangan.
Laporan keuangan menjadi alat informasi bagi pihak internal dan
eksternal badan usaha Laporan keuangan yang disajikan oleh badan usaha
harus memiliki kualitas yang dapat diandalkan, lengkap, bebas dari salah saji
material. Kesalahan dalam penyajian laporan keuangan biasanya disebabkan
oleh kesulitan badan Usaha dalam mengakui, mengukur dan melaporkan suatu
transaksi yang telah terjadi.
Badan usaha "Y" yang terletak di Jakarta merupakan badan usaha yang
bergerak di bidang industri garmen. Selama ini, badan usaha "Y" masih
mengalami kesulitan dalam mengakui dan melaporkan transaksi penjualan
konsinyasi. Oleh karena itu, kesulitan ini mengakibatkan laporan keuangan
yang dibuat oleh badan usaha tidak menunjukkan keadaan yang
sesungguhnya sehingga dapat menyesatkan penggunanya.
Agar transaksi. penjualan konsinyasi yang terjadi pada P.T "Y" dapat
diperlakukan dengan layak dan dapat disajikan dengan wajar dalam laporan
keuangan, maka jika terjadi transaksi konsinyasi meskipun telah terjadi
penyerahan barang kepada consignee, hak milik atas barang tersebut tetap
berada pada pihak consignor. Hak milik atas barang tersebut akan berpindah
bila consignee telah berhasil menjual barang tersebut kepada pihak ketiga.
Hal inilah yang perlu diluruskan dalam pencatatan P.T "Y" baik dalam
mengakui penjualan, sediaan, piutang.
Dengan perlakuan akuntansi yang layak atas transaksi konsinyasi,
diharapkan dapat disajikan suatu informasi keuangan yang dapat
meningkatkan kualitas keputusan yang diambil oleh pihak-pihak yang
herkepentingan ( baik internal maupun ekstemal badan usaha