Abstract :
Hiburan telah menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat
metropolis. Hal ini membuka peluang bisnis yang besar bagi Event Organizer di
Surabaya sehingga tidak mengherankan Event Organizer merebak dengan pesat. Ada
dua elemen penting dalam sebuah Event Organizer, yaitu modal dan sumber daya
manusia. Diantara keduanya, karyawan atau sumber daya manusia merupakan
investasi perusahaan yang paling vital, sehingga manajemen harus dapat menemukan
suatu cara untuk memotivasi sumber daya manusianya.
Salah satu cara untuk memotivasi karyawan adalah melalui personnel control
sehingga dapat mendukung goal congruence. Personnel control merupakan salah satu
aktivitas dari MCS. Personnel control memberikan manfaat sebagaimana yang
diungkapkan oleh Merchant (1998:121), yaitu:
I. Memperjelas harapan I keinginan dari organisasi, sehingga para
pekerja dapat lebih memahami keinginan badan usaha.
2. Membantu memastikan bahwa tiap pekerja mampu melaksanakan
pekerjaannya dengan baik.
3. Meningkatkan kecenderungan tiap pekerja untuk memonitor diri
mereka sendiri.
Sedangkan Goal Congruence diungkapkan oleh Horngren (1994:864)
adalah suatu keadaan dimana yang diambil oleh manajer unit atau divisi selain
untuk memenuhi kepentingan divisinya juga untuk kepentingan perusahaan
sebagaimana yang telah diterapkan oleh manajemen pusat.Tiap perusahaan pasti memiliki sistem kontrol yang mengatur segala
sesuatu agar tujuan perusahaan tercapai. Dengan adanya personnel control
yang baik, maka kemungkinan besar tujuan perusahaan akan tercapai. Karena
dengan adanya personnel control maka operasional badan usaha berjalan
dengan efisien dan adanya ketaatan terhadap kebijakan manajerial dan hukum
yang berlaku.
ULC Entertainment merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
jasa entertainment. Dimana seluruh keberhasilan perusahaannya bergantung
pada sumber daya manusia atau karyawannya. Untuk itu ULC Entertainment
memerlukan adanya penerapan personnel control untuk memotivasi
karyawannya agar dapat menghasilkan kinerja yang diharapkan. ULC
Entertainment perlu menyamakan persepsi tujuan karyawan dengan tujuan
ULC Entertainment sendiri.
Sistem personnel control yang diterapkan oleh ULC Entertainment
untuk mendukung goal congruence dapat disimpulkan masih lemah karena
belum mampu meningkatkan motivasi dari masing-masing karyawannya untuk
melakukan apa yang menjadi visi, misi, dan tujuan perusahaan serta banyak
teljadi lack of direction karena kurangnya komunikasi antar atasan dan
bawahan dalam menerjemahkan visi, misi, dan tujuan.
Tujuan ULC Entertainment sendiri tidak tercapai, namun pada dasarnya
secara umum ULC Entertainment telah menyediakan apa yang menjadi tujuan
karyawannya. Sehingga ULC Entertainment masih dapat menekan tingginya
turn over dan meningkatkan loyalitas.
Dalam kasus ini, pendekatan personal atau personnel control dianggap
memiliki kelebihan dibanding dengan control yang lain, sebab personnel
control membantu para karyawan untuk memberi keyakinan bagi masing-masing
karyawan bagaimana memahami tujuan dari perusahaan agar dapat
dicapai, sehingga dapat tercapai persamaan tujuan. Terutama, mengingat
bahwa tujuan utama sebagian besar karyawan ULC Entertainment tidak
terpaku pada uang semata.