Abstract :
Krisis ekonomi yang teijadi di Indonesia telah membawa dampak
perubahan pada hampir di semua bidang kehidupan. Adanya kenyataan
tersebut, menuntut setiap badan usaha untuk memperbaiki kinerja usahanya
agar tetap bertahan dalam krisis yang berkepanjangan serta tetap mampu
bersaing dalam dunia bisnis yang semakin kompleks dan global. Salah satu
sektor industri yang masih mampu mengatasi krisis tersebut yaitu industri
sepeda. PT X merupakan suatu badan usaha yang bergerak dalam bidang
industri sepeda. Upaya untuk tetap bertahan dalam dunia bisnis dengan
persaingan yang semakin ketat serta upaya untuk mencapai target penjualan
yang telah ditetapkan, menyebabkan transaksi penjualan menduduki posisi
penting dalam PT X
Transaksi penjualan harus didukung dengan pengendalian internal
yang baik dari tiap badan usaha agar terhindar dari kemungkinan terjadinya
kecurangan. Karena penjualan merupakan sumber utama pendapatan suatu
badan usaha agar dapat tetap bertahan dalam dunia bisnis. Transaksi
penjualan sangat rawan terhadap kemungkinan adanya penggelapan, terjadi
kesalahan pencatatan, atau penyimpangan dari prosedur dan kebijakan yang
telah ditetapkan badan usaha. Dengan adanya peningkatan transaksi
penjualan dan nilai yang semakin material dari setiap transaksi maka
kemungkinan terjadinya kesalahan atau penyimpangan dari prosedur dan
kebijakan yang telah ditetapkan akan semakin besar pula.
Untuk mengetahui bagaimana kepatuhan tiap-tiap bagian dalam
siklus penjualan terhadap kebijakan dan prosedur tersebut maka dilakukan
program compliance test. Compliance test digunakan oleh PT X untuk
mengevaluasi dan menilai sistem pengendalian internal yang diterapkan
pada siklus penjualan sehingga pada akhirnya dapat berguna untuk
meningkatkan efektivitas sistem pengendalian internal serta mengatasi
berbagai masalah yang timbul saat ini.
Hasil pelaksanaan compliance test pada siklus penjualan
menunjukkan bahwa bagian-bagian yang terkait dalam siklus tersebut telah
mematuhi seluruh prosedur dan kebijakan yang ditetapkan meskipun masih
ada beberapa penyimpangan kecil yang terjadi. Sedangkan evaluasi atas
pengendalian internal, PT X telah memiliki struktur organisasi yang jelas,
sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang menggunakan dokumen dan
catatan yang cukup memadai serta praktik-praktik yang sehat telah dilakukan dengan baik.