Abstract :
Keadaan perekonomian di Indonesia sejak terjadinya krisis ekonomi
beberapa tahun yang lalu, ternyata juga membawa dampak bagi
kelangsungan hidup perusahaan-perusahaan di Indonesia. Untuk itu setiap
perusahaan dituntut untuk dapat menjadi lebih unggul dari perusahaan yang
lainnya, sehingga dapat terus survive dalam menghadapi kondisi ekonomi
Indonesia yang tidak menentu seperti ini. Tuntutan ini tidak hanya
dijalankan oleh satu jenis industri saja tetapi untuk seluruh jenis industri
yang ada, termasuk industri manufaktur. Agar dapat bersaing dengan
industri yang sejenis, setiap industri yang ada harus tetap mempertahankan
kinerja dari badan usaha itu sendiri. Upaya yang dilakukan bisa dengan
meningkatkan produktivitas kerja, pelatihan bagi karyawan, melakukan
perbandingan dengan perusahaan sejenis atau benchmarking, dan lain
sebagainya.
Hal yang tidak kalah pentingnya dalam menyokong ketahanan
perusahaan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat ini adalah
masalah pengendalian khususnya terhadap karyawan yang dapat
mempengaruhi efektivitas, efisiensi serta keekonomisan prosedur yang
berjalan dalam suatu perusahaan. Untuk meningkatkan fungsi dari
pengendalian ini dapat menggunakan personnel and cultural control yang
dapat dianggap sebagai suatu alat dengan cara kerja yang sangat baik.
PT "X" adalah perusahaan manufaktur penghasil kantongan plastik,
dan jika dilihat dari scope pelanggan serta supplier yang ada, maka PT "X"
dapat dikatakan sebagai perusahaan yang cukup besar. Untuk itu PT "X"
diharuskan memiliki pengendalian manajemen yang baik guna mengawasi
setiap seluk beluk operasional dalam perusahaan yang telah, sedang
dan/atau yang akan berjalan. Pengendalian manajemen tersebut mencakup
pengendalian terhadap sumber daya manusia yang ada kaitannya dengan
masalah motivasi kerja karyawan.
Sesuai dengan tujuan studi ini, maka studi ini akan lebih melihat
bagaimana penerapan dari personnel and cultural control dalam dunia kerja
yang sebenarnya serta pengaruhnya terhadap motivasi karyawan perusahaan
itu sendiri. Penerapan personnel and cultural control tersebut juga akan
dibandingkan dengan teori-teori yang telah didapatkan penulis selama masa
perkuliahan sehingga dapat dilakukan suatu analisis untuk
memperbandingkan antara teori dengan fakta yang terjadi.
Selain itu studi ini juga memberikan manfaat bagi PT "X" untuk
lebih memahami pentingnya personnel and cultural control sehingga
menjadi lebih terinspirasi untuk mengembangkannya.