Abstract :
Krisis ekonomi yang berkepanjangan membawa dampak yang
sangat besar diberbagai sektor khususnya sektor properti. Begitu pula para
investor mempunyai keraguan yang cukup kuat untuk melakukan investasi.
Namun setelah beberapa tahun berjalan, hingga tahun 2005 ini, perusahaan
yang bergerak dalam sektok properti ini mulai mengalami perkembangan.
Para investor dari dalam maupun luar negeri mulai menginvestkan dananya.
Adapun peningkatan pembangunan ini tentunya didukung pula
dengan adanya informasi yang tepat dan akurat bagi pihak eksternal
maupun pihak internal agar dapat membuat keputusan yang tepat pula.
Salah satu mediator suatu badan usaha dalam pemeberian informasi kepada
pihak eksternal adalah laporan keuangan. Laporan keuangan ini berisi
informasi-informasi keuangan, yang menggambarkan kondisi suatu badan
usaha.
Bagi perusahaan konstruksi, yang khususnya pembangunan
villa (proyek pembangunan skala besar), dengan masa pembangunan yang
umumnya lebih dari satu periode akuntansi ini membutuhkan timing yang
tepat terhadap pengakuan pendapatan dan beban proyeknya. Ketepatan
pengakuan pendapatan dan beban ini diperlukan karena hal ini dapat
mempengaruhi ketepatan laporan keuangan yang dihasilkan.
Penilitian yang dilakukan terhadap PT. "X" di Bali, agar dapat
memberikan masukan bagi manajemen bagaimana perlakuan akuntansi
yang tepat atas pendapatan kontrak untuk proyek-proyek dengan skala besar
yang dilaksanakannya selama ini dapat disajikan dengan tepat pada laporan
keuangan, dan dapat benar-benar berguna bagi pihak yang berkepentingan.
Langkah pertama yang dilakukan dalam melakukan penelitian terhadap
PT. "X" adalah mengadakan survei perlakuan akuntansi untuk pendapatan
dan beban proyek yang telah atau sedang dikerjakannya, setelah itu
diadakan studi kepustakaan untuk memperoleh landasan teoritis yang jelas
sehubungan dengan masalah perlakuan akuntansi PT. "X". Setelah
memperoleh data-data yang dibutuhkan, data-data tersebut dianalisis
berdasarkan landasan teoritis. Dengan analisis tersebut diketahui bahwa
proyek-proyek yang berskala besar dan tidak dapat diselesaikan dalam satu
periode akuntansi dapat lebih tepat menggunakan metode persentase
penyelesaian sesuai PSAK No. 34 dalam mengakui pendapatannya. Bagi
PT. "X" diharapkan dapat mempertimbangkan menerapkan metode
persentase penyelesaian, sehingga pada akhimya PT. "X'' dapat menyajikan laporan keuangan yang lebih tepat.