Abstract :
Tersedianya meja belajar dan kursi yang ergonomis di Taman Kanak-Kanak akan membantu proses penyampaian materi kepada anak-anak didik. Pada dasarnya semua TK sudah tersedia meja belajar dan kursi, namun keberadaannya belum dikaji secara mendalam. Tujuan utama dilakukan pengkajian secara mendalam yaitu untuk mengetahui aspek-aspek/variabel-variabel yang penting pada meja dan kursi di TK, bukan berdasarkan pada pandangan teknis dari perancang saja, tetapi juga memperhatikan keinginan dan kebutuhan konsumen meja dan kursi tersebut. Konsumen yang dimaksud dalam hal ini adalah pihak manajemen dan guru di TK yang lebih mengetahui tentang keinginan dari anak-anak yang dididiknya. Perancangan meja dan kursi di TK tersebut dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan pemakai, mengurangi tingkat kelelahan dan kecelakaan, dan sebagai daya tarik (segi estetika) yang menyebabkan anak-anak
senang menggunakannya. Penelitian ini menerapkan Kansei Engineering yaitu suatu teknologi perancangan produk yang berdasarkan pada selera konsumen, terutama pada aspek psikologis yang diwujudkan dalam bentuk kata-kata Kansei dalam hal bentuk, warna dan ukuran. Berdasarkan Analisis Faktor yang telah dilakukan, untuk perancangan meja terdapat enam faktor yang menggambarkan kata Kansei yaitu awet, praktis, aman-lapang, menarik, lengkap, kuat, sedangkan untuk perancangan kursi terdapat lima kata Kansei yaitu awet-lapang-lega, praktis, menarik, aman, dan kuat. Kata Kansei tersebut kemudian diuraikan dengan mengikutsertakan konsumen ke aspek teknis yang terdiri dari bentuk, warna dan ukuran. Berdasarkan aspek teknis yang berhasil dikumpulkan, kemudian dibuat prototip dari rancangan meja dan kursi untuk TK di Workshop mebel.