Abstract :
Aspek logistik yang berkenaan dengan pembelian (pengadaan)
bahan mentah, suku cadang dan barang dagang untuk dijual kembali
disebut manajemen material. Manajemen material ini penting sekali
artinya bagi perusahaan manufaktur, karena penyerahan material yang
ekonomis dan tepat pada waktunya adalah perlu untuk mempertahankan
produksi yang efisien dan kontinyu. Bahan mentah dan suku cadang
merupakan satu-satunya biaya terbesar dari perusahaan yang membuat
barang-barang. Pada umumnya perusahaan manufaktur, biaya material mempunyai bobot sangat besar yang berkisar antara 50% sampai dengan 70% dari total biaya produksi. Hal ini yang menyebabkan PT. "X'' ingin
mengembangkan suatu sistem yang dapat menunjang pengelolaan material secara fisik dan data, serta menghindari adanya kemungkinan terjadinya duplikasi atau bahkan kekurangan material pada saat pembelian material yang menyebabkan terganggunya pelaksanaan jadwal produksi, dan untuk menunjang kebutuhan akan aliran informasi perencanaan kebutuhan material ( tahap pra produksi) dapat lebih cepat.
Sistem informasi yang dibangun ini diharapkan dapat membantu aktifitas perusahaan dalam memberikan informasi mengenai status atau
stok material yang tersedia di gudang, sebagai alat bantu kegiatan
operasional dalam pembuatan laporan, karena semua data yang diperlukan sudah tersimpan dalam database tinggal mengambil data yang tersimpan tersebut dan menambahkan data-data penunjang lainnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing departemen, dapat memberikan laporan data pelanggan, data supplier, data barang beserta komponen-komponen dan material-material penyusunnya serta dapat melakukan proses penyesuaian terhadap kondisi stok material digudang. Sistem informasi manajemen material ini masih dapat dikembangkan lagi untuk menghasilkan output desain gambar / rancangan dari barang yang dipesan juga penambahan fungsi pembacaan kode-kode material dengan menggunakan sensor baca.