Abstract :
Manusia yang secara fisik nampaknya sehat, belum tentu organ-organ
di dalam tubuh manusia tersebut sehat. Begitu juga halnya dengan
perusahaan yang secara fisik, dan dilihat dari laporan keuangan tahunan itu
baik, belum tentu kondisi dalam perusahaan yang ditunjukan juga nampak
baik. Pada jaman ini, tidak cukup hanya menunjukan bahwa perusahaan itu
baik dari hal-hal yang bersifat tangible, seperti produk, dan laporan
keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan, akan tetapi harus baik bagian
dalam perusahaan tersebut. Bagian dalam perusahaan yang dimaksud ini
ialah intellectual capital yang menurut Jelcic (2007) terdiri atas capital
employed, human capital, dan structural capital, dimana berdasarkan
penelitian sebelumnya memiliki hubungan dengan kinerja perusahaan.
Melihat hal ini maka dibuat penelitian ini, yang bertujuan untuk melihat
bagaimana hubungan antara intellectual capital dengan kinerja perusahaan
yang meliputi profitabilitas, produktivitas, dan penilaian pasar dari badan
usaha yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009
sampai dengan 2011.
Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, dibuatlah hipotesishipotesis
kerja yang perlu diuji sehingga jawaban atas hipotesis tersebut
dapat diketahui. Dalam pengujian hipotesis tersebut, untuk mengukur
Intellectual Capital digunakan metode Pulic?s VAICTM model, dimana ada
tiga komponen pencipta value dalam perusahaan yaitu capital employed,
human capital, dan structural capital.
Berdasarkan dari hasil pengujian atas hipotesis-hipotesis tersebut,
dihasilkan bahwa capital employed berhubungan dengan profitabilitas dan
produktivitas perusahaan, human capital dan structural capital
berhubungan dengan profitabilitas perusahaan. Akan tetapi dalam penelitian
ini tidak dapat menjelaskan hubungan antara capital employed, human
capital, dan structural capital dengan penilaian pasar.
Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya dan teori yang ada
badan usaha tidak hanya didukung oleh aset fisik saja, tetapi lebih dari itu,
yaitu yang berupa intellectual capital dalam perusahaan. Oleh sebab itu
diharapkan pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan mengubah
pandangannya, bahwa aset berupa intellectual capital, yang selama ini
kurang mendapatkan perhatian, juga harus dijadikan fokus dan perhatian
selain aset fisik yang berwujud.