Abstract :
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak rimpang lengkuas merah (Aipinia galanga L. Swartz) dengan pelarut aquadem dan etanol 10%, 30% terhadap daya hambat pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923. Metode ekstraksi menggunakan cara dingin (maserasi) yang dimodifikasi dengan pengadukan selama 30 menit. Penelitian ini diawali dengan uji daya harnbat terhadap pertumbuhan bakteri Slaphylococcus aureus ATCC 25923 dengan menggunakan cylinder cup. Kemudian dilakukan pengamatan secara KL T untuk mengetahui adanya minyak atsiri dengan menggunakan fase diam silika gel 60 GF 254, fase gerak toluen : etil asetat (93 :7), pereaksi warna anisaldehid-H?S0? pekat dan dengan spektrofodensitometri pada ? 254 nm. Dari analisis KL T terdeteksi 5noda pada pelarut aquadem, 7 noda pada pelarut etanoi 10% dan 8 noda pada pelarut etanol 30%. Sedangkan hasil analisis spektrofotodensitometri pada ? 254 nm menunjukkan profil kromatrogram komponen minyak atsiri yang berbeda pada masing-masing pelarut yang digunakan. Hasil pengukuran diameter daerah hambatan menunjukkan bahwa ekstrak etanol 30% memiliki daya hambat terbesar terhadap pertumbuhan bakteri Slaphylococcus aureus A TCC 25923 dibandingkan pelarut etanol 10% dan aquadem.