Abstract :
Sejak Agustus 2004 hingga Januari 2005 telah teijadi peristiwa-peristiwa
yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi pasar modal
Dalam pasar modal, pelaku pasar menjadikan likuiditas sebagai
karakteristik penting dalam berinvestasi. Likuiditas saham dapat diukur
dengan frekuensi perdagangan saham, yaitu seberapa sering saham badan
usaha diperjual belikan di bursa efek. Semakin sering terjadi transaksi
perdagangan berarti semakin tinggi likuiditas saham badan usaha tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis seberapa
besar pengaruh likuiditas saham yang diukur dari frekuensi perdagangan
saham dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia terhadap harga
saham pada badan usaha-badan usaha yang masuk dalam kelompok LQ45
di PT. Bursa Efek Jakarta periode Agustus 2004 hingga Januari 2005.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu laporan transaksi
saham. Data tersebut diolah dengan menggunakan model regresi linier
dengan variabel dummy dan koefisien determinasi dilakukan dengan
bantuan SPSS for windows 12.0. variabel dalam penelitian ini adalah
likuiditas saham sebagai independent variable, harga saham sebagai
dependent variable, dan peristiwa- peristiwa yang terjadi di Indonesia
sebagai variabel dummy. Uji statistik yang digunakan adalah uji t untuk
menguji kebenaran apakah likuiditas saham dan peristiwa-peristiwa yang
terjadi di Indonesia dapat mempengaruhi harga saham periode Agustus
2004 hingga Januari 2005 dengan jumlah sampel sebanyak 38 badan usaha
yang masuk dalam kelompok LQ 45.
Berdasarkan persamaan regresi linier dengan variabel dummy,
menunjukan bahwa harga saham disaat ada peristiwa lebih kecil
dibandingkan dengan harga saham disaat tidak ada peristiwa. Hasil uji
statistik menunjukan bahwa harga saham dipengaruhi oleh likuiditas saham
secara signifikan dimana hasil Sig (0,000) < a (0,05) maka Ho ditolak.
Sedangkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia secara signifikan
tidak berpengaruh terhadap harga saham dimana hasil Sig (0,862) > a
(0,05). Hasil koefisien determinasi adalah 0,059 yang berarti bahwa harga
saham dapat dijelaskan oleh likuiditas saham dan peristiwa-peristiwa yang
terjadi di Indonesia hanya sebesar 8,5% sedangkan sisanya sebesar 91,5%
dijelaskan oleh faktor-faktor lain