Abstract :
Sejalan dengan perkembangan dunia usaha, industri
penghasil barang dan jasa modern dihadapkan dengan
tantangan yang cukup berat. Peningkatan mutu produk yqng
lebih baik-menjadi faktor dasar keputusan konsumen dalam
banyak produk dan jasa. Akibatnya kualitas merupakan
faktor kunci yang membawa keberhasilan bisnis, pertumbuhan
dan peningkatan posisi bersaing. Semakin meningkatnya
tuntutan konsumen terhadap mutu Produk yang dihasilkan,
maka kebutuhan teknik analisa dan statistik dalam layanan
mutu akan meningkat dengan cepat.
Salah satu pengendalian mutu yang baik adalah
pengendalian mutu secara statistik. Pengendalian mutu
secara statistik mampu memberikan jawaban akan kebutuhan
metode pengendalian mutu yang logis, Praktis, dan mampu
nemberikan- informasi yang cepat bagi tindakan korektif,
karena pengendalian mutu secara statistik dirumuskan
secara matematis dan mudah untuk diterapkan-
Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di
masa mendatang, industri yang ingin tetap bertahan harus
mampu menjawab tantangan yang ada, yaitu meningkatkan mutu
produk dan pelayanan sebagai upaya untuk nenghasilkan pro
duk dengan tingkat mutu yang telah ditetapkan dengan jalan
nengaplikasikan Praktek penglendalian mutu modern dan mulai
nengadakan pengendalian mutu pada tingkat proses Produksi'
Soda kostik cair sebagai salah satu produk yang
dihasilkan banyak memberikan keuntungan pada perusahaan
sehingga menjadi sasaran Penelitian. Produk yang
dihasilkan, kemudian ditempatkan atau dikemas dalam suatu
wadah untuk kemudian didistribusikan ke konsumen '
Dengan melihat banyaknya penyimpangan berat (volume)
soda di unit pengisian, menyebabkan terjadinya kerugian
baik bagi konsumen maupun Produsen (Perusahaan) ' Oleh
sebab itu perlu adanya Penerapan peta kontrol. Dengan Peta
kontrol x dan R serta desain eksPerimen, kita dapat
nengidentfkasi, menganalisa Penyimpangan pada Proses dan
nenentukan sumber-sumber masalah yang menyebabkan berat
soda bervariasi. Sehinga dapat nengurangi variabilitas
proses dan neningkatkan kapabilitas Proses, serta
menperkecil biaya produksi karena Pengerjaan yang
seharusnya tidak perlu lagi, dapat dihindarkan.
Dari hasil penelitian diPeroleh infornasi bahwa
kemampuan proses unit pengisian masih rendah. Begitu Pula
dari hasil analisa keragaman dengan desain eksperimen
faktorial diperoleh informasi bahwa terdapat Perbedaan
yang nyata untuk setiap frekuensi Pembersihan valve,
Maupun untuk setiap interaksi dari kedua faktor.
Sehingga disarankan kepada Perusahaan untuk mengatur
lebar bukaan valve dan frekuensi pembersihan valve, agar
keragamaan proses dapat dikurangi.