Abstract :
Hal yang menjadi dasar dari suatu kegiatan produksi adalah tata letak.
Tata letak yang kurang baik ini dapat menyebabkan kegagalan pada proses
produksi, terutama yang terjadi adalah keterlambatan proses produksi,
terjadinya hambatan dalam proses produksi, dan perpindahan material yang
tidak teratur. Masalah ini terjadi karena kurangnya penataan fasilitas produksi
yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bahwa tata letak sangat
memberikan kontribusi yang penting bagi perusahaan terutama pada pabrik.
Salah satu hal yang terpenting pada tata letak pabrik ini adalah jarak, waktu
dan biaya. Jarak perpindahan barang dan bahan yang jauh akan membutuhkan
waktu yang lebih banyak. Dengan melakukan perancangan tata letak yang baru
maka jarak dan waktu dapat diperpendek lagi sehingga pemborosan jarak dan
waktu semakin kecil. Dari sisi biaya, dengan melakukan perancangan tata letak
yang baru, dibutuhkannya dua alternatif akan tetapi kedua alternatif tersebut
digunakan sebagai perbandingan dari segi biaya.
Dalam mencapai tujuan perancangan tata letak yang baru, perlunya
menggunakan metode yaitu teknik konvensional yang terdiri dari Activity
Relationship Chart. Metode ini membantu dalam melihat derajat kepentingan
antar fasilitas produksi dengan menggunakan tahapan rancangan yaitu
pengumpulan data yang terdiri dari luas bangunan, ruang , besaran area tempat
kerja. Kemudian dilanjutkan dengan Acitivity Relationship Diagram,dengan
mengisi data kedalam diagram tersebut. selanjutnya adalah rancangan tata
letak baru untuk perusahaan dan pemilihan alternatif rancangan yang akan
digunakan.
Hasil penelitian ini menunjukan jarak dan waktu antar fasilitas produksi
menjadi lebih pendek karena adanya rancangan tata letak yang baru. Alternatif
I dengan jarak dan waktu (33m ; 241 menit 23 detik), dan alternatif II dengan
jarak dan waktu (23m 6cm ; 237 menit 23 detik). Adanya perbedaan yakni
waktu dan jarak antar perpindahan barang dan bahan berkurang,akan tetapi
dari segi biaya alternatif II dapat mengeluarkan biaya lebih untuk perombakan
dan penundaan proses produksi. Untuk itu alternatif pertama inilah pilihan
yang terbaik bagi perusahaan karena hanya memindahkan fasilitas ? fasilitas
dalam pabrik.