Abstract :
Industri pertambangan batubara di Indonesia merupakan industri
yang menarik karena pertumbuhannya sangat signifikan. Konsumsi
batubara dalam beberapa tahun terakhir mengalami kenaikan.
Meningkatnya konsumsi batubara tidak terlepas dari tingginya permintaan
energi dunia, batubara merupakan sumber energi kedua terbesar setelah
minyak. Batubara yang diambil dari bawah tanah (ROM) harus melalui
beberapa proses agar sesuai dengan permintaan pasar. Peran coal
processing equipment sangat penting dalam menentukan hasil akhir
produksi. Terdapat 3 merek coal processing equipment yang di persepsikan
kuat oleh konsumen di Kalimantan yaitu Stamler, FLSchmidt dan
Gundlach. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan brand
equity coal processing equipment merek Stamler, FLSchmidt dan Gundlach
di Kalimantan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif konklusi
dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode nonprobability
sampling, dan convenience. Penelitian ini menggunakan sampel yaitu para
decision maker diperusahaan pertambangan yang pernah membeli dan
menggunakan coal processing equipment merek Stamler, FLSchmidt atau
Gundlach minimal 6 bulan terakhir di Kalimantan. Jumlah sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah 27 responden. Data penelitian ini
diolah menggunakan menggunakan program SPSS 18.0 for windows yaitu
dengan menggunakan analisis deskriptif, Kruskal-Wallis test dan uji
berpasangan Mann-Whitney.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan brand
equity antara ketiga merek coal processing equipment tersebut. Merek
FLSchmidt dan Gundlach tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Secara
keseluruhan merek Stamler lebih unggul dalam semua elemen brand equity
yaitu brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand
loyalty dibanding kedua pesaing.