Abstract :
PT Kudos Istana Furnitur adalah salah satu perusahaan yang bergerak
dalam pembuatan furnitur dengan bahan baku utama adalah rotan. Berdiri pada
tahun 1994 dengan visi yaitu menjadi perusahaan pembuat furnitur yang
berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan saat ini adalah perusahaan
belum mengetahui cara untuk memperbaiki proses bisnisnya agar dapat lebih
efektif, efisien dan mampu beradaptasi dalam menghadapi krisis ekonomi yang
terjadi pada pertengahan Juni tahun 1997, sehingga perusahaan masih dapat
memenuhi kebutuhan pelanggan dengan produk yang harganya masih terjangkau.
Untuk menghadapi kondisi diatas, maka PT Kudos Istana Furniture harus
melihat kembali keseluruhan dari proses bisnis yang ada, dan melakukan
perbaikan proses bisnisnya, yang dimulai dengan mengidentifikasikan proses
bisnis kritis yang ada diperusahaan dengan metode Business Process
Improvement.
Untuk melihat kondisi dan permasalahan perusahaan dengan lebih jelas,
maka dilakukan analisis kondisi awal perusahaan yang meliputi analisis struktur
organisasi, sumber daya manusia (SDM), Proses Bisnis Inti, Proses Bisnis
Pendukung, dan analisis kriteria kualitas, biaya, dan waktu. Hasil dari analisis ini
menyatakan bahwa perusahaan mempunyai masalah yang berkaitan dengan
kemampuan SDM-nya, selain itu perusahaan juga membutuhkan perbaikan pada
jalannya proses bisnis kritis perusahaan, yaitu proses yang memberikan keluaran-keluaran
yang tidak efektif bagi proses lainnya.
Perbaikan jalannya proses bisnis dilakukan dengan menjalankan penerapan
3 tahap metode Business Process Improvement, dimulai dengan pemilihan proses
bisnis yang kritis bagi perusahaan berdasarkan sasaran mutu dari perusahaan,
menyelidiki proses tersebut dan tahap akhir adalah memperbaiki proses dengan
membuat usulan baru yang lebih efektif, dan efisien. Berdasarkan hasil analisis
dari masalah-masalah yang terjadi pada proses produksi dan kriteria proses bisnis
kritis, maka proses bisnis kritis yang memerlukan perbaikan adalah proses
rekrutmen tenaga kerja dan pengambilan material.
Diberikan usulan terhadap proses perencanaan produksi dengan
meminimasi form-form melalui Daftar Sales Order, menerima Laporan Efisiensi
Mesin dan Prediksi Kemampuan Mesin yang digunakan untuk perencanaan
produksi, dan menghilangkan form pemeliharaan mesin. Pada proses pengambilan
material diusulkan mengurangi birokrasi yang memperlambat jalannya proses
operasi dengan meminta persetujuan pengambilan material kepada kepala bagian
pabrik dan kepala bagian gudang saja. Usulan yang diberikan untuk proses
rekrutemen tenaga kerja adalah prosedur baru untuk merekrut dan melatih tenaga
kerja agar pekerja yang ada lebih terampil, sehingga dapat memenuhi target
produksi dalam I hari. Usulan perbaikan ini diharapkan dapat membantu
perusahaan dalam mengatur dan mengelola perusahaan lebih baik dan profesional.