Abstract :
Pengukuran waktu kerja ditujukan untuk mendapatkan waktu baku yang
akan digunakan dalam perencanaan, pembiayaan, penjadwalan, evaluasi
produktivitas dan sejenisnya dalam berbagai kegiatan kerja. Waktu baku
merupakan waktu yang dibutuhkan secara wajar oleh seorang pekerja normal
(yang terlatih dengan baik) untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang dijalankan
dalam sistem kerja terbaik saat itu. Sebagai akibatnya, waktu yang diperoleh
dalam pengukuran waktu suatu jenis pekerjaan tertentu tidak dapat langsung
dijadikan sebagai waktu baku. Untuk mendapatkan waktu baku tersebut harus
ditambahkan dengan faktor penyesuaian dan kelonggaran.
Selama pengukuran berlangsung, pengukur akan mengamati kewajaran
kerja operator. Ketidakwajaran sering terjadi misalnya saja bekerja tanpa
kesungguhan, sangat cepat, atau karena menjumpai kesulitan-kesulitan karena
kondisi ruangan yang buruk. Tentu saja ditinjau dari definisi pengukuran kerja hal
seperti itu tidaklah diinginkan. Adanya ketidakwajaran operator dalam bekerja
harus dapat dinilai seberapa jauhnya oleh pengukur. Sehingga dilakukan
penelitian untuk mendapatkan nilai faktor penyesuaian yang mendekati nilai
'sebenarnya'. Dan berdasarkan penilaian inilah nantinya faktor penyesuaian atau
performance rating dapat ditentukan.
Selama ini faktor penyesuaian diukur dengan Westinghouse yang
dikembangkan di negara Barat. Gustomo berpendapat faktor kondisi, lingkungan
dan bangsa memberikan pengaruh terhadap terjadinya perbedaan penilaian
terhadap tingkat persepsi, sehingga Westinghouse yang dikembangkan untuk
orang Barat mungkin tidak sesuai untuk pekerja Indonesia. Oleh karena itu
penelitian ini bertujuan mengevaluasi apakah metode Westinghouse layak
digunakan untuk pekerja.
Sistem simulator kerja yang digunakan adalah perakitan steker, dimana
sifatnya adalah percobaan atau praktikum dan diadakan di laboratorium PSK &
Ergonomi UBAYA. Penilaian performance rating ini menggunakan metode
Westinghouse modifikasi dan metode skala yang merupakan penilaian menurut
persepsi orang Indonesia dalam skala yang telah ditentukan. Pengambilan data
dilakukan dalam 2 tahapan, yaitu pengambilan data waktu siklus kerja perakitan
steker dari 30 operator selama kurang lebih 50 kali percobaan dan tahap kedua
pemberian nilai faktor penyesuaian oleh tujuh pengamat dengan metode
Westinghouse modifikasi dan metode skala.
Dari pengolahan dan analisis akan diperoleh nilai faktor penyesuaian
'sebenarnya', nilai p menurut Westinghouse modifikasi dan menurut metode
skala. Juga akan didapatkan apakah kecenderungan pengamat Indonesia dalam
menilai performansi kerja operator lebih tinggi dibandingkan dengan
Westinghouse dan skala.