Abstract :
Sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan usaha agar menjadi lebih besar
maka Depot Setasiun yang telah merintis usahanya sejak 1967 dan menjual Ayam dan Babi
panggang (Sio bak dan Sio Kee) menghendaki pembukaan cabang baru di Surabaya. Selain itu,
supaya dapat bersaing dengan rumah makan atau depot yang lain dan juga agar dapat bertahan
serta memperoleh laba dalam jangka waktu yang panjang, maka sebuah rumah makan atau depot
harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Salah satu cara memberikan kepuasan
kepada konsumen adalah dengan memberikan pelayanan yang baik,karena dengan memberikan
pelayanan yang baik maka peluang untuk kehilangan pelanggan menjadi lebih kecil.
Dari permasalahan di atas, maka dibutuhkan studi kelayakan yang berguna sebagai
suatu tolok ukur berapa banyaknya modal yang akan ditanamkan oleh investor dalam pendirian
Depot Sio Bak / Sio Kee di Surabaya. Untuk memperoleh kejelasan atau kepastian maka perlu
diketahui kelayakan membuka Depot Sio Bak / Sio Kee di Surabaya dengan mempertimbangkan
berbagai macam aspek.
Aspek yang dipertimbangkan adalah aspek teknis, pasar dan keuangan. Pada aspek
teknis dapat diketahui lokasi yang cocok adalah di jalan Klampis Jaya D4-31 B, bangunannya
adalah bangunan sewa, jumlah tenaga kerja 5 orang dan biaya utilitas untuk tahun 2003 Rp
6.849.153,63. Pada aspek pasar dapat diketahui kapasitas rumah makan sebesar 369600 orang,
BEP pada 5841 orang, kelebihan dan kekurangan pesaing, besar pasar potensial, besar pasar
potensial efektif, besar permintaan efektif. Sedangkan pada aspek keuangan memuat struktur
permodalan, estimasi penjualan, perhitungan estimasi biaya bahan baku, depresiasi peralatan dan
perlengkapan, sewa bangunan, tenaga kerja, pajak, utilitas, besar modal yang dibutuhkan, income
statement dan cashflow. Dari perhitungan yang ada, diperoleh MARR sebesar 25%, IRR sebesar
74,78%, Net Present Value sebesar Rp 187.509.873,58, BEP sebesar 5841 orang dengan rata-rata
pembelanjaan Rp 48.974,09, payback periode I tahun II bulan 16 hari.
Kesimpulan akhir dari aspek teknis, aspek pasar, dan aspek keuangan proyek
pendirian Depot Sio Bak I Sio Kee di Surabaya layak dilaksanakan. Berdasarkan hasil analisis
sensitivitas I, proyek layak dilaksanakan apabila tidak terjadi kenaikan harga bahan baku sampai
21,97% dan pada analisis sensitivitas II, proyek layak dilaksanakan apabila penurunan harga jual
produk tidak sampai 13,04%. Dari hasil kedua analisis sensitivitas juga mendukung ke arah
realisasi proyek pendirian Depot Sio Bak I Sio Kee di Surabaya ini. Sedangkan untuk memperbaiki
layanan yang ada pada Depot Setasiun di Kediri, yang menurut pelanggan masih kurang cepat,
maka disarankan untuk melakukan persiapan bumbu (dimasukkan ke dalam plastik bumbu)
terlebih dahulu atau menambah karyawan. Untuk saran yang diusulkan oleh pelanggan tentang
Delivery Service sebaiknya perlu dicoba untuk lebih memuaskan pelanggan yang membeli untuk
dibawa pulang. Untuk layanan cabang baru di Surabaya, pelayanan yang diberikan berbeda dengan
pelayanan yang diberikan di Depot Setasiun di Kediri. Perbedaan itu terjadi akibat perbedaan
karakteristik antara calon konsumen Depot Setasiun di Surabaya dengan pelanggan Depot Setasiun
di Kediri. Tiga variabel terpenting menurut calon konsumen untuk makan ditempat adalah
pelayanan yang cepat, tidak terlalu lama mendapatkan daftar menu, dan pelayanan yang ramah.
Sedangkan dua variabel terpenting menurut calon konsumen untuk dibawa pulang adalah
pelayanan yang sopan dan ramah, sehingga disarankan untuk memuaskan pelanggan dengan
memberikan pelayanan yang diinginkan oleh calon konsumen tersebut.