Abstract :
PT. Bumi Kencana Murni Chemical Industry adalah perusahaan yang
memproduksi Calcium Carbonate (CaC03). Selama ini pengukuran kinerja yang
digunakan oleh perusahaan masih terbatas pada pengukuran finansial saja dengan
tolok ukur laporan keuangan. Laporan keuangan sebagai tolok ukur kinerja tidak
mampu lagi menggambarkan titik-titik strategis perusahaan dalam kondisi menuju
keunggulan bersaing. Kondisi persaingan yang ketat menuntut pengukuran kinerja
yang lebih komplek dan relevan untuk memenuhi kebutuhan informasi
perusahaan. Karena itu diperlukan pengukuran kinerja yang mencakup aspek
keuangan, operasional, pelanggan maupun karyawan.
Pengukuran kinerja dengan Balanced Scorecard dapat memenuhi
kebutuhan perusahaan. Balanced Scorecard menyajikan serangkaian pengukuran
kinerja perusahaan dari empat sudut pandang yaitu financial perspective,
customer perspective, internal business perspective, learning and growth
perspective. Pengukuran Balanced Scorecard berawal dari menentukan visi, misi,
dan strategi perusahaan. Selanjutnya visi dihubungkan dengan strategi dan strategi
tersebut dihubungkan dengan pengukuran-pengukuran critical success factor dari
empat perspektif dalam Balanced Scorecard. Pada tiap perspektif tersebut
ditentukan tujuan, target dan tolok ukur yang menjadi dasar pengukuran kinerja
perusahaan.
Tolok ukur yang digunakan dalam perspektif finansial adalah return on
equity, current ratio, account receivable turnover, total asset turnover, dan profit
margin on sales. Tolok ukur yang digunakan dalam perspektif pelanggan adalah
customer retention, number of new customer, on time delivery, dan sales return.
Tolok ukur yang digunakan dalam perspektif proses bisnis internal adalah yield
rate, sales growth, dan supplier leadtime. Tolok ukur yang digunakan dalam
perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah employee turnover, output per
labour hour, dan absenteism.
Selama ini perusahaan PT. Bumi Kencana Murni masih melakukan
pengukuran kinerja berdasarkan nilai finansial saja, yaitu dengan menggunakan
analisis Return On Investment (ROI). Hasil kinerja perusahaan dengan
menggunakan cara tradisional pada tahun 1999 dan 2000 adalah kurang baik,
yang ditunjukkan dengan nilai ROI masing-masing sebesar 25,9% dan 20,46%.
Hasil kinerja perusahaan dinilai kurang baik karena penilaian tersebut kurang fair,
karena faktor-faktor lain (misal : pelanggan, proses bisnis internal, serta
pertumbuhan) yang mungkin semakin membaik tidak diperhitungkan.
Berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan rancangan Balanced
Scorecard, kinerja PT. Bumi Kencana Murni pada tahun 1999 dan 2000 adalah
cukup baik, hal ini ditunjukkan dengan nilai masing-masing sebesar 2,3286 dan
2,1961. Dari hasil pengukuran tersebut dapat diketahui bahwa kinerja PT. Bumi
Kencana Murni pada tahun 2000 mengalami penurunan sebesar 13,25%.