Abstract :
Pengukuran produktivitas merupakan hal penting yang harus dilakukan
dewasa ini. Melalui pengukuran produktivitas suatu badan usaha dapat
mengetahui kemajuan perusahaannya dari waktu ke waktu dan dapat melakukan
tindakan perbaikan yang diperlukan.
Perusahaan mie PARI MAS merupakan perusahaan yang bergerak di
bidang pembuatan mie keriting, akan melakukan pengukuran produktivitas
sebagai alat ukur untuk mengetahui bagaimana tingkat kinerja perusahaan selama
ini.
Langkah pertama yang dilakukan untuk mengetahui tingkat produktivitas
perusahaan adalah dengan melakukan pengukuran produktivitas, evaluasi
terhadap hasil pengukuran dan perencanaan serta tindakan perbaikan yang perlu
dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan. Langkahlangkah
tersebut dilakukan dengan menggunakan metode OMAX (Objective
Matrix).
Adapun permasalahan yang terjadi di perusahaan ini adalah output baik
yang dihasilkan masih jauh dari target perusahaan dan cenderung tidak stabil,
sehingga keuntungan yang dihasilkan perusahaan tidak sesuai dengan yang
diharapkan. Setelah dilakukan survey dan evaluasi di lapangan ternyata
penyebabnya adalah metode kerja yang selama ini ditetapkan di perusahaan tidak
efektif dan efisien, tingkat absensi tenaga kerja yang cukup tinggi dan banyaknya
produk cacat sehingga output baik yang dihasilkan tidak maksimal.
Oleh karena itu untuk meningkatkan produktivitas perusahaan diadakan
tindakan-tindakan perbaikan dengan mengubah posisi kerja bagian penjepretan
agar tidak terlalu jauh dari bagian pengemasan sehingga output yang telah
dikemas dapat langsung di-steples tanpa harus dipindahkan terlebih dahulu,
mengganti metode kerja pada bagian pengemasan yaitu melakukan proses
pengemasan melalui 2 operator yang bekerja secara seri, dan memindahkan 8
orang tenaga kerja dari bagian inspeksi ke bagian pengemasan, sehingga
dihasilkan peningkatan output sebesar 70.72% untuk merk BOLA MAS dan
51.05% untuk merk BARU MAS; untuk mengurangi tingkat absensi tenaga kerja
perusahaan memberikan sistem insentif bagi tenaga kerja yang hadir penuh
selama 1 minggu dan hadiah bagi tenaga kerja yang hadir penuh selama I bulan,
sehingga tingkat kehadiran tenaga kerja mengalami peningkatan sebesar 31.82%;
untuk mengurangi cacat produk perusahaan melakukan maintenance pada mesin
produksi dan training untuk operator bagian mesin pack tentang pengaturan
kecepatan pada mesin pack, sehingga cacat pada mie dapat ditekan sebesar
48.15% untuk merk BOLA MAS dan 34.61% untuk merk BARU MAS.
Setelah perusahaan melakukan pengukuran produktivitas, evaluasi,
perencanaan, dan perbaikan produktivitas dengan metode OMAX maka
perusahaan mengalami peningkatan produktivitas sebesar 325% untuk mcrk
BOLA MAS dan 154.54% untk merk BARU MAS.