Abstract :
Dewasa ini konsumen menjadi sangat kritis terhadap perusahaan, hal
tersebut diakibatkan oleh meningkatnya tingkat persaingan dari para perusahaan -
perusahaan sejenis. Tuntutan yang semakin tinggi dari konsumen terhadap product
quality, service quality, cost dan delivery dari perusahaan membuat perusahaan
untuk terus dan terus meningkatkan kinerjanya untuk memuaskan keinginan
konsumen.
Untuk itu akan dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan
konsumen pada perusahaan sehingga perusahaan dapat mengetahui variabel ~
variabel apa yang menyebabkan ketidakpuasan konsumen.
Dari penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa masalah yang utama
yang dihadapi oleh perusahaan adalah masalah pada variabel cost, kemudian diikuti
oleh masalah pada variabel delivery dan masalah pada variabel service quality.
Setelah dilakukan pengolahan data dan analisis maka didapatkan beberapa usulan
untuk menjadi penyelesaian dari masalah yang dihadapi perusahaan, yaitu
penerapan business process analysis dan activity based costing untuk penyelesaian
masalah cost, perbaikan management information system untuk menyelesaikan
masalah delivery dan penerapan cuslomer profitability report dan decision grid
analysis untuk menyelesaikan masalah pada service quality.
Hasil penerapan business process analysis adalah mengelompokan aktivitas
pada proses menghasilkan produk dan proses melayani pelanggan berdasarkan nilai
tambah yang dimiliki yaitu menjadi real value added activity, business value added
activity dan non value added activity, sehingga dapat dilakukan pembatasan pada
aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah. Pada penerapan activity based costing
memeberikan tingkat keakuratan yang lebih pada perhitungan biaya produksi dan
biaya melayani pelanggan
Pada perbaikan management information system diusulkan suatu sistem dan
prosedur proses produksi yang baru dimana pada sistem dan prosedur proses
produksi baru tersebut terdapat dokumen tambahan berupa Surat Perintah Kerja,
selain itu sistem dan prosedur proses produksi yang baru tersebut memiliki
keunggulan dari pada sistem dan prosedur yang lama yaitu lebih jelasnya informasi
yang dibutuhkan untuk menjalankan proses produksi. Penambahan supervisor
untuk meningkatkan pengawasan pada lantai produksi memberikan keuntungan
tambahan bagi perusahaan sebesar Rp3,633,685.392.
Pada penerapan customer profitability report dan decision grid analysis
diperoleh hasil bahwa penjualan sebaiknya difokuskan pada pelanggan dengan
persentase customer profit yang tinggi yaitu kelompok pelanggan menengah atas
dan kelompok pelanggan menengah bawah, dan penekanan aktivitas melayani
pelanggan pada kelompok pelanggan dengan kategori lossers yaitu kelompok
pelanggan kecil.
Hasil dari analisis yang ada diharapkan dapat memberikan masukan bagi
perusahaan untuk dapat melakukan perbaikan terhadap masalah - masalah yang
dikeluhkan oleh pihak konsumen.