Abstract :
UD. Master Coat merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di
bidang jasa pengecatan barang-barang berkarat yang masih memakai sistem
tradisional, termasuk dalam proses pencelupan barang di kolam HCI dan proses
pemindahan barang. Dalam proses pencelupan barang, alat bantu yang ada tidak
memadai sehingga pekerja harus mencelupkan tangannya dalam larutan HCI
untuk mengambil barang tersebut. Selain itu karena beban yang harus diangkat
cukup berat maka akan timbul adanya kelelahan dan rasa sakit yang berarti
kondisi kerja tersebut kurang ergonomis. Demikian pula dalam proses
pemindahan barang, kereta dorong yang ada di perusahaan kurang memadai
sehingga pekerja sering memindahkan barangnya dengan tangan kosong tanpa
bantuan kereta dorong. Hal ini tentu saja menimbulkan kelelahan dan rasa sakit
pada pekerja.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut maka perlu dibuat
rancangan fasilitas kerja yang sesuai dengan prinsip ergonomi, yaitu fasilitas kerja
yang dapat meningkatkan tingkat kenyamanan, mengurangi rasa sakit yang
dirasakan oleh pekerja, dan mengurangi besarnya konsumsi energi oleh pekerja.
Ada dua perancangan fasilitas kerja yang dibuat berupa pipa gantungan untuk
proses pencelupan dan kereta dorong untuk pemindahan barang. Dalam
perancangan pipa gantungan dan kereta dorong diperlukan data-data yang
mendukung agar hasil perancangan dapat mencapai tingkat ergonomis sebaik
mungkin. Data-data yang dikumpulkan antara lain: anthropometri pekerja, data
denyut jantung pekerja, Nordic Body Map, dan data kuesioner untuk perancangan
produk.
Dari analisis yang dilakukan, cara kerja baru yang menggunakan
fasilitas kerja berupa pipa gantungan dan kereta dorong pekerja merasa lebih
nyaman dan tidak mudah lelah. Hal ini terbukti dari hasil Nordic Body Map
dimana total nilai rasa sakit yang dirasakan pekerja menjadi berkurang. Total nilai
Nordic Body Map untuk proses pencelupan cara kerja lama sebesar 445 dan
sebesar 233 untuk cara kerja baru. Total nilai Nordic Body Map untuk proses
pemindahan barang cara kerja lama sebesar 439 dan sebesar 169 untuk cara kerja
baru. Selain itu ada penurunan konsumsi energi pada pekerja proses pencelupan,
yaitu dari 5,484 k.kal/menit untuk cara kerja lama menjadi 4,476 k.kal/menit
untuk cara kerja baru. Demikian pula ada penurunan konsumsi energi pada
pekerja proses pemindahan barang, yaitu dari 7,5744 k.kal/menit untuk cara kerja
lama menjadi 5,8176 k.kal/menit untuk cara kerja baru