Abstract :
Pertambahan jumlah penduduk, makin tingginya kesadaran masyarakat
akan gizi, perubahan pola konsumsi masyarakat negara berkembang, serta
bertambahnya kawasan industri yang mendayagunakan kentang dan kubis untuk
berbagai bahan makanan, baik sebagai bahan sayuran maupun makanan ringan,
menyebabkan permintaan akan kentang dan kubis baik dalam negeri maupun
dunia diperkirakan terus meningkat selama lima sampai sepuluh tahun mendatang.
Untuk mengantisipasi peluang ini, maka bapak Djaenal Sufredy, sebagai
seorang investor, ingin memasuki dunia agribisnis untuk mendirikan perkebunan
kentang dan kubis yang berlokasi di Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan.
Sebelumnya telah dikaji tiga lokasi lainnya, yaitu: Kec.Plaosan Kab.Magetan,
Kec.Sukapura Kab.Probolinggo, dan Kec.Pujon Kab.Malang.
Mengingat jumlah modal yang harus diinvestasikan untuk usaha ini cukup
besar juga ditambah lagi dengan belum jelasnya ukuran keberhasilan dari proyek
ini maka perlu dilakukan analisa studi kelayakan proyek yang mencakup 4
(empat) aspek, yaitu: aspek pasar, teknis, manajemen, dan keuangan. Studi
kelayakan ini direncanakan untuk pelaksanaan selama 3 tahun.
Aspek pasar memuat tentang jalur distribusi pemasaran, data ketersediaan,
data permintaan, data harga jual, hasil peramalan, pasar potensial, pasar potensial
efektif, dan pasar efektif.
Aspek teknis memuat tentang data prasarana produksi, data sarana
produksi, kebutuhan tenaga kerja, lokasi perkebunan, kapasitas produksi, serta
sistem budidaya tanaman dengan program intensifikasi pertanian modern.
Aspek manajemen memuat tentang bentuk badan usaha, modal dan
kepemilikan, deskripsi jabatan, struktur organisasi, serta tenaga kerja dan gaji.
Perencanaan untuk aspek keuangan adalah dengan membuat proyeksi
aliran kas, laporan rugi / laba, dan neraca untuk perencanaan selama 3 tahun
proyek. Dalam menganalisis permasalahan keuangan digunakan metode BEP,
IRR, Discounted PP, dan NPV. Hasil analisis setelah dilakukan perhitungan
menunjukkan IRR = 118,2%, jauh lebih besar dari MARR = 25%; Discounted PP
= 4 bulan, jauh lebih pendek dari umur proyek = 3 tahun ; NPV menghasilkan nilai
yang positif yaitu sebesar Rp 176.238.668,00; sehingga dapat disimpulkan bahwa
bisnis ini layak untuk dilaksanakan. Analisis sensitivitas dilakukan untuk
mengetahui berapa nilai maksimal penurunan harga jual agar NPV=O. Dari
perhitungan yang dilakukan, nilai penurunan harga jual maksimal adalah 44,77%
untuk tiap tahunnya.