Abstract :
Universitas Surabaya sebagai salah satu Perguruan Tinggi yang cukup
terkemuka di Indonesia, dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang sesuai
dengan harapan pelanggan. Salah satu jalan yang dapat ditempuh dengan Jalan
menerapkan sistem manajemen yang sesuai dengan standar mutu yang diakui
secara global dan terdapat menyeluruh pada setiap bagian organisasinya. Salah
satu standar yang dinilai mampu memenuhi tuntutan itu dan dapat diakui secara
global adalah dengan sistem ISO 9001:2000. Sistem manajemen mutu ini sedang
berusaha untuk diterapkan di Biro Administrasi Keuangan, yang merupakan salah
satu biro yang memegang peranan cukup penting di Universitas Surabaya.
Langkah-langkah penelitian yang dilakukan adalah Identifikasi
masalah Penetapan tujuan; Studi Pustaka; Pengumpulan data yang terdiri dari :
scanning dan pengumpulan data pendukung; Pengolahan dan analisis data yang
terdiri dari : hasil scanning, desain dan dokumentasi sistem manajemen mutu ISO
9001:2000, lmplementasi ISO 9001:2000, Pengukuran manfaat, hambatan dan
saran perbaikan, serta Analisis hasil implementasi dan rencana tindak lanjut;
Kesimpulan dan saran.
Berdasarkan pada hasil scanning yang telah dilakukan, persentase
kesesuaian praktek-praktek sistem manajemen mutu di Biro Administrasi
Keuangan adalah 46.2 0% Oleh karena itu dapat diambil kesimpulan bahwa
praktek-praktek sistem manajemen mutu di Biro Administrasi Keuangan masih
dibawah standar persyaratan yang ditetapkan oleh ISO 9001: 2000.
Desain yang dibuat merupakan adopsi model pendekatan proses dari
ISO 9001: 2000 yang telah disesuaikan dengan kondisi yang ada di Biro
Administrasi Keungan. Selanjutnya dibuat mapping proses baik yang umum
maupun detail untuk menggambarkan urutan dan interaksi antar proses yang ada.
Pada dokumentasi dilakukan peninjauan prosedur dan rekaman yang
dipersyaratkan, prosedur yang belum ada telah dibuat untuk melengkapi
persyaratan.
lmplementasi dilakukan dengan mengukur prosedur yang ada dan
semua prosedur yang dipersyaratkan dengan yang dilakukan Biro Administrasi
Keuangan. Pengukuran manfaat, hambatan dan saran perbaikan dilakukan untuk
meninjau kesesuaian penerapan sistem manajemen mutu ini dengan kondisi Biro
Administrasi Keuangan. Hasilnya penerapan sistem manejemen mutu ini belum
sesuai karena sistem komukasi yang ada tidak berjalan dengan baik.
Dari tahap analisis hasil implementasi ini diperoleh hasil : kinerja produk layanan,
hasil perbandingan prosedur yang dipersyaratkan, komplain yang diterima dan
tanggapan Biro Administrasi Keuangan terhadap komplain tersebut. Pada tahap
rencana tindak lanjut, dibuat rencana untuk perbaikan yang harus dilakukan oleh
tiap level manajemen yang ada, mulai dari kepala biro, kabag sampai dengan staff
terkait.