Abstract :
Seiring dengan semakin pesatnya usaha jasa yang bergerak di bidang senam,
maka persaingan di bidang usaha jasa ini juga menjadi semakin ketat. Mustika selaku
produsen usaha jasa ini ingin mempunyai nilai lebih dengan memberikan kualitas
layanannya yang diharapkan dapat memuaskan membernya. Oleh karena itu, Mustika
ingin mengetahui sejauh mana kepuasan membernya dan bagaimana jika
dibandingkan dengan pesaingnya. Mustika juga ingin mengetahui prospek masa
depan usahanya, yaitu tentang kemungkinan mengadakan perluasan beserta jenis
perluasannya, jika dikaitkan dengan kepuasan member saat ini.
Dengan demikian, dibutuhkan suatu penelitian untuk mengetahui tingkat
kepuasan member terhadap kualitas layanan Mustika dan juga kelemahan Mustika
jika dibandingkan dengan pesaingnya. Dan jika ada kemungkinan untuk melakukan
perluasan, maka dilakukan studi kelayakan terhadap perluasan tersebut
Dalam penelitian, untuk mengetahui tingkat kepuasan member terhadap
kualitas layanan Mustika maka digunakan kuesioner I Sedangkan untuk mengetahui
jenis perluasan yang diinginkan member digunakan kuesioner II Tindakan perbaikan
dan perluasan dilakukan menggunakan pendekatan Quality Function Deployment
(QFD), yaitu dengan membuat suatu rumah kualitas atau House of Qualify (HOQ) dan
turunannya. Turunan dari HOQ tersebut berupa action plan, yaitu tindakan perbaikan
yang dilakukan terhadap staff dan member dan matrik perluasan, yaitu tindakan
perluasan yang dijelaskan secara lebih spesifik.
Selanjutnya dilakukan diuji kelayakan perluasan berdasarkan aspek pasar,
aspek teknis, aspek manajemen dan aspek keuangan.
Pada aspek pasar, dihitung jumlah permintaan efektif Pada aspek teknis,
ditentukan tambahan luasan lantai yang diperlukan dan pemilihan peralatan dan
perlengkapan usaha. Pada aspek manajemen, ditentukan penambahan tenaga kerja
maupun instruktur sesuai kebutuhan. Pada aspek keuangan, dibuat laporan rugi laba,
aliran kas dan neraca untuk perencanaan selama 5 tahun proyek. Dalam menganalisis
permasalahan keuangan digunakan metode BEP, NPV, Discounted Payback Period
dan IRR Hasil analisis kelayakan setelah dilakukan perhitungan menunjukkan IRR =
107.23%, jauh lebih besar dari MARR = 25% dan NPV bernilai positif yaitu sebesar
= Rp. 41.809.013,99, sehingga dapat disimpulkan bahwa perluasan ini layak
dilaksanakan. Analisis sensitivitas dilakukan untuk mengetahui berapa maksimal
penurunan nilai penjualan dan maksimal peningkatan biaya produksi agar NPV =0.
Dari perhitungan, penurunan nilai penjualan maksimal adalah 14.32%. Sedangkan
peningkatan nilai biaya produksi maksimal adalah 73.64%