Abstract :
UD. Lumintu Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
industri boss dan ring. Seiring dengan perjalanan perusahaan saat ini cukup
banyak permintaan konsumen akan produk boss-ring yang tidak bisa terpenuhi
100%. Melalui penelitian yang dilakukan ternyata selisih antara output standar
dan output real cukup besar sehingga masih memungkinkan untuk dilakukan
perbaikan guna meminimalkan selisih yang ada. Sedangkan melalui pengamatan
langsung di lapangan di dapat informasi bahwa operator perakitan merasakan
kondisi yang kurang nyaman saat bekerja, yaitu posisi tulang punggung yang terus
membungkuk pada saat bekerja karena tidak adanya alat bantu berupa meja.
Untuk itu akan dirancang sebuah meja rakit sebagai alat bantu operator perakitan.
Selain itu dari data perusahaan didapat informasi bahwa jumlah produk
boss cacat cukup tinggi yang disebabkan oleh keteledoran operator pencetakan
dalam memilah bahan untuk disesuaikan dengan matras yang ada. Oleh karenanya
dilakukan perbaikan dengan menambahkan operasi inspeksi pada departemen
pemotongan logam dan pencetakan logam. Dengan perbaikan tersebut diharapkan
operator dapat bekerja dengan lebih nyaman dan produk cacat dapat diminimalkan
yang pada akhirnya dapat meningkatkan output real Dengan peningkatan output
real maka permintaan konsumen akan produk boss-ring dapat lebih terpenuhi.
Untuk mengetahui apakah perbaikan yang telah dilakukan memberikan hasil yang
lebih baik maka digunakanlah tolak ukur produktivitas tenaga kerja pada
perusahaan tersebut.
Pengukuran produktivitas tenaga kerja yang dilakukan perusahaan
menggunakan model modifikasi Mundel. Hasil pengukuran pada periode tertentu
yang menjadi periode dasar akan menjadi titik awal pengukuran. Dengan
menganalisis dan mengevaluasi hasil pengukuran produktivitas akan dapat
diketahui sampai sejauh mana tingkat produktivitas tenaga kerja yang telah
dicapai, sehingga dapat dilakukan penyempurnaan untuk memperbaiki tingkat
produktivitas tenaga kerja.
Upaya peningkatan produktivitas tenaga kerja dilakukan dengan
meningkatkan nilai keluaran dan penghematan pada nilai masukan. Peningkatan
nilai keluaran yang dimaksud adalah dengan meningkatkan output produksi
melalui minimasi produk boss cacat dan perancangan meja rakit sehingga
diperoleh peningkatan output untuk periode 4-9 Maret 2002 sebesar 35,33%,
periode 11-16 maret 2002 sebesar 10,83%, dan periode 18-23 Maret 2002 sebesar
34,17 %. Dengan output produksi yang lebih cepat maka akan didapatkan
penghematan pada nilai masukan yang akhirnya memberikan peningkatan
produktivitas tenaga kerja sebesar 18,41% dari produktivitas tertinggi pada
periode awal. Sebelum dilakukan perancangan meja rakit terlebih dahulu
dilakukan pengukuran denyut nadi operator perakitan untuk dikonversikan ke
kebutuhan energi, demikian pula setelah dilakukan perbaikan. Untuk metode awal
diperoleh kebutuhan energi operator perakitan sebesar 6,83 kcal/menit, sedangkan
untuk metode perbaikan sebesar 5, 79 kcal/menit. ini berarti terjadi penghematan
energi sebesar 15,27%.