Abstract :
PT. CORONET CROWN adalah perusahaan yang bergerak di bidang
industri farmasi. Beberapa produk yang dibuat di antaranya adalah bedak obat
Herocyn, salep dan sebagainya. Tetapi dalam pembahasan tugas akhir ini hanya
akan difokuskan pada proses produksi bedak obat Herocyn 75 gr dan 150 gr
karena pada produk-produk tersebut sering timbul masalah pemenuhan
permintaan.
Proses pembuatan produk bedak ini melibatkan 8 macam proses mulai dari
penimbangan bahan baku sampai pengemasan kaleng bedak dalam dos yang siap
dikirim. Selama ini manajemen pabrik kurang tepat dalam melakukan
perencanaan produksinya sehingga upaya pemenuhan permintaan konsumen yang
berfluktuasi sering menyebabkan pengaturan jumlah produksi yang tidak optimal.
Besarnya biaya produksi juga merupakan akibat lain yang juga dirasakan.
Untuk memperbaiki keadaan tersebut, dilakukan pengamatan kerja untuk
mendapatkan data tentang kapasitas kerja dari tiap proses yang nantinya akan
digunakan untuk menentukan waktu standar dan output standar. Berikutnya
dilakukan peramalan permintaan untuk 6 bulan (Juli 2001 - Desember 2001)
sebagai bahan perbandingan dengan data permintaan sesungguhnya yang dimiliki
oleh perusahaan. Peramalan yang telah dihasil akan dibuat perencanaan produksi
agregat dan disagregat yang menghasilkan total biaya produksi sebesar
Rpl0.285.191.458,26 per 6 bulan sedangkan perhitungan total biaya produksi
perusahaan awal sebesar Rp 12.864.824.704,75 per 6 bulan. Selanjutnya
dilakukan perencanaan produksi agregat dan disagregat selama 6 bulan (Januari
2002- Juni 2002) sebagai usulan perbaikan yang menghasilkan perhitungan total
biaya produksi sebesar Rp12.310.200.000,00.
Dari hasil penelitian dapat disarankan bahwa dengan perencanaan
produksi usulan ini perusahaan dapat meminimumkan total biaya produksi. Selain
itu metode yang diusulkan juga dapat digunakan sebagai pedoman bagi
perusahaan untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan.