Abstract :
UD. Master Coat adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang
jasa.pengecatan untuk barang-barang yang terbuat dari besi. Adanya persaingan yang
sangat ketat, sehingga membuat UD. Master Coat berusaha memanfaatkan lahan yang
ada secara efisien. Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut dapat dilakukan
dengan pengaturan tata letak pabrik yang baru. Pengaturan tata letak pabrik
merupakan hal yang mendasar dalam suatu proses produksi. Hal ini berkaitan dengan
material handling cost.
Masalah yang terjadi adalah pengaturan layout yang kurang optimal pada
lantai produksi, hal ini tampak tidak adanya tempat khusus untuk bahan baku, barang
dalam WlP, barang jadi dan barang-barang yang tidak diperlukan. Barang-barang
tersebut diletakkan sembarangan sehingga menghambat proses material handling dari
satu departemen ke departemen yang lain, berakibat meningkatnya biaya meterial
handling.
Langkah-langkah yang dilakukan untuk pengaturan layout kembali pada UD
Master Coat adalah awal mengumpulkan data yang ada pada perusahaan antara lain
tata letak awal, waktu produksi, aliran proses produksi dan berat yang dipindahkan
antar departemen. Setelah pengumpulan data langkah selanjutnya menghitung waktu
standar dari masing-masing proses yang digunakan untuk menghitung kapasitas
mesin yang akhirnya menentukan jumlah mesin teoritis, perhitungan from to chart
untuk mengetahui jumlah momen volume yang dipindahkan, menentukan frekuensi
perpindahan, biaya perpindahan, menghitung luas area dengan sudah penambahan
allowance. Dengan bantuan metode CRAFT dan program Quantitive System 3.0,
hasil-hasil dari perhitungan itu diolah. Ouput dari program ini digunakan sebagai
dasar pengaturan layout yang baru dengan melihat total kontribusi yang terkecil.
Output menunjukkan bahwa total kontribusi pada layout yang lama Rp
1,9073 x 109 dan total kontribusi pada layout yang baru Rp 1,6462 x 109 Dari hasil
total kontribusi menunjukkan bahwa layout yang baru lebih baik, selain
membandingkan total kontribusinya material handling cost juga digunakan sebagai
pembanding. Dari hasil perhitungan material handling cost pada layout lama Rp
268.142,566/jam dan material handling cost pada layout baru Rp230.657, 742/jam ini
menunjukkan pengurangan sebesar Rp 37.484,82/jam. Penghematan ini dapat
digunakan untuk mengcover biaya perbaikan layout yang dikeluarkan sebasar Rp
2.691.666,64.
Dari hasil penataan tata letak fasilitas produksi, operator dapat bekerja dengan
lebih nyaman dan material handling costnya dapat diperkecil