Abstract :
UD. X merupakan sebuah usaha dagang yang bergerak di bidang grosir alat
pertukangan dan bahan bangunan. Selama ini dalam melakukan pemesanan,
pimpinan selalu memesan dalam jumlah yang besar agar dapat memenuhi semua
permintaan yang masuk sehingga mengakibatkan biaya simpan yang tinggi dan
penumpukan inventori pada gudang. Pemesanan dalam jumlah yang besar juga
disebabkan karena sistem informasi untuk inventori yang ada kurang dapat
menunjang pengontrolan terhadap inventori. Penumpukan inventori pada gudang juga
tidak disertai dengan pengaturan tata letak barang yang dapat memudahkan proses
pencarian, pengambilan ataupun aliran keluar masuk barang.
Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan perencanaan inventori,
perbaikan sistem informasi inventori serta pengaturan gudang. Metode yang
digunakan untuk perencanaan inventori adalah metode FOI-multiple item. Sedangkan
metode untuk pengaturan tata letak gudang menggunakan prinsip dasar dari model
Dedicated Storage.
Dari hasil perhitungan total biaya inventori selama tahun 2001 untuk metode
yang digunakan oleh perusahaan diperoleh total biaya sebesar Rp.95.901.89l.
Sedangkan dengan menggunakan metode FOI-multiple item diperoleh total biaya
inventori sebesar Rp.44.061.903,9l. Penghematan yang diperoleh adalah sebesar Rp.
51.839.987,09 atau sebesar 54,06%. Penghematan yang ada diperoleh dari biaya
simpan yaitu sebesar Rp.56.531.471,93 atau sebesar 59,5% dari kondisi awal biaya
simpan perusahaan
Perbaikan sistem informasi inventori disesuaikan dengan hasil yang diperoleh
dari perencanaan inventori. Perbaikan dilakukan pada sistem dan prosedur pembelian,
sistem dan prosedur pengambilan barang, dan sistem dan prosedur penerimaan
barang. Perbaikan pada sistem dan prosedur pembelian adalah pimpinan dibantu oleh
staff administrasi penjualan untuk menentukan jenis dan jumlah barang yang akan
dipesan serta waktu pemesanannya. Perbaikan pada sistem dan prosedur pengambilan
barang serta penerimaan barang adalah kepala bagian gudang akan menghitung
jumlah barang yang ada pada gudang setelah selesai melakukan pengambilan maupun
penerimaan barang. Dengan demikian level inventori yang ada dapat selalu dikontrol.
Pengaturan tata letak gudang diatur berdasarkan hasil inventori maksimum
yang diperoleh dari perencanaan inventori. Pengaturan tata letak barang pada gudang
disusun dan diatur dengan memperhatikan jenis barang, turn-over (fast moving atau
slow moving products), berat barang, susunan dan tinggi tumpukan, selain itu juga
dirancang sebuah media pembantu berupa map dan display untuk memudahkan
proses pencarian. Dengan demikian maka kesulitan dari proses pengambilan,
pencarian ataupun aliran keluar masuk barang dapat dikurangi.