Abstract :
Sejak tahun 2011 World Health Organization (WHO) menetapkan kebijakan
penggunaan antibiotik (antibiotic policy), hampir seluruh rumah sakit menyusun
formularium atau pedoman penggunaan antibiotik (PPAB). Sebuah rumah sakit di
Malang telah melakukan revisi PPAB pada akhir tahun 2011 dan disosialisasikan
pada tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat
penggunaan antibiotik pasien rawat inap sebelum diterapkan PPAB dan setelah
diterapkan PPAB pada kejadian penyakit yang menggunakan antibiotik di Staf
Medis Fungsional (SMF) Penyakit Dalam, SMF Bedah dan SMF Obgyn di
Rumah Sakit di Malang. Penelitian ini merupakan suatu penelitian observasional
yang menggunakan data Kartu Catatan Obat (KCO) pasien rawat inap periode Juli
2011 dan periode Juli 2012. Uji Independent T-test dan Mann-Whitney digunakan
untuk membandingkan hasil perhitungan tingkat penggunaan antibiotik yang
dinyatakan dalam prescribed daily doses (PDD) sebelum diterapkan PPAB
(periode Juli 2011) dan setelah diterapkan PPAB (periode Juli 2012) di rumah
sakit tersebut. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna terhadap
tingkat penggunaan antibiotik seftriakson pada pneumonia dan diabetes melitus
tipe dua, amoksisilin pada inpartu dan kala II sebelum diterapkan PPAB dan
sesudah diterapkan PPAB (p < 0,05). Hal ini berarti terdapat perbedaan
penggunaan antibiotik sebelum diterapkan PPAB dan sesudah diterapkan PPAB.
Pada kasus CVA, BPH dan gravida terjadi kecenderungan penurunan rata-rata
PDD, namun tidak berbeda bermakna. Hal ini menunjukkan adanya
kecenderungan penurunan penggunaan antibiotik setelah diterapkan PPAB.