Abstract :
PT. Akzo Nobel Raung Resins merupakan perusahaan yang berskala
internasional yang memproduksi resin (bahan baku untuk cat). Perusahaan ini
berusaha meningkatkan produktivitas dan memenuhi permintaan konsumen
(pabrik-pabrik cat) tepat pada waktunya. Hal ini dapat terjadi apabila proses
produksi berjalan lancar sesuai dengan jadwal produksi yang telah dibuat.
Kerusakan mesin yang sewaktu-waktu terjadi telah mengganggu
kelancaran proses produksi di perusahaan ini, sehingga terkadang perusahaan
mengalami kelebihan produksi dan terkadang perusahaan mengalami kekurangan
produksi. Perusahaan melakukan perencanaan produksi tanpa memperhatikan
jadwal perawatan komponen-komponen mesin yang seharusnya telah dibuat
terlebih dahulu. Oleh karena itu, perlu adanya suatu penanganan tersendiri untuk
mesin dan juga perencanaan produksi yang lebih tepat.
Untuk membuat jadwal perawatan komponen-komponen mesin, dilakukan
dengan cara mencari interval waktu penggantian yang paling optimal dengan total
biaya minimum yaitu 454,27 jam (18,93 hari) untuk komponen reaktor, 545,82
jam (22, 74 hari) untuk verdun ketel, 528 jam (22 hari) untuk filter, 456 jam ( 19
hari) untuk receiver tank, 408 jam ( 17 hari) untuk kondensor, 538,93 jam (22,45
hari) untuk resin pump, dan 529,32 jam (22,05 hari) untuk bumer serta analisis
terhadap biaya perbaikan yaitu dengan pertimbangan perbaikan dilakukan
gabungan atau individual komponen jika terjadi perawatan komponen lebih dari
satu jenis dalam satu minggu serta dengan memperhitungkan jumlah teknisi yang
ada.
Dengan kondisi awal perawatan mesin, total downtime dari Januari-Juni
2002 sebesar 492,5 jam dan setelah menggunakan jadwal perawatan usulan, total
downtimenya 370,37 jam, sehingga dapat ditekan 24,8% yaitu sebesar 122,13
jam Sedangkan untuk jam produksi yang tersedia dari Januari-Juni2002 dengan
kondisi awal perawatan mesin sebesar 9.973,99 jam, dan jam produksi yang
tersedia setelah menggunakan jadwal perawatan usulan sebesar 10.071,71 jam,
sehingga dapat ditingkatkan 97,72 jam. Sehingga perencanaan produksi dibuat
dengan memperhatikan jam produksi yang tersedia dengan adanya jadwal
perawatan mesin dan jumlah produksi berdasarkan forecast demand, safety stock,
stok awal dan adanya persentase reject serta kapasitas produksi yang tersedia.
Dengan adanya perencanaan produksi usulan dari Januari-Juni 2002,
perusahaan dapat mengurangi pemakaian biaya simpan terhadap total biaya dari
0,4% menjadi 0,11% atau sebesar $ 6.486,52 dan mengurangi loss sale cost
terhadap biaya total dari 1,02% menjadi 0,44% atau penghematan sebesar $
12.997,67. Dan jika dilihat dari total biayanya, terjadi penghematan total biaya
1,13% atau sebesar $ 24.880,92.