Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah jenis earnings
management yang banyak dilakukan oleh perusahaan terbuka di Indonesia
terutama pada sektor manufaktur itu termasuk opportunistic ataukah
efficient. Selain itu, penelitian ini juga menginvestigasi apakah struktur
kepemilikan dan praktik corporate governance dapat mempengaruhi jenis
earnings management yang dilakukan perusahaan. Struktur kepemilikan
dibedakan menjadi kepemilikan institusional dan kepemilikan keluarga,
ukuran perusahaan diukur menggunakan kapitalisasi pasar, dan praktik
corporate governance diukur menggunakan tiga variabel (kualitas audit,
proporsi dewan komisaris independen, dan keberadaan komite audit).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
menggunakan metode correlational study. Penelitian ini menggunakan
sampel badan usaha sektor manufaktur selama periode 2009-2011 yang
listing di Bursa Efek Indonesia. Jumlah sampel yang digunakan adalah
sebanyak 304 perusahaan selama tahun penelitian. Metode analisis yang
digunakan adalah regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil pengujian, ditemukan bahwa variabel discretional
accruals (proksi earnings management) berpengaruh negatif terhadap
profitabilitas masa depan. Hal ini berarti perusahaan manufaktur di
Indonesia cenderung melakukan opportunistic earnings management.
Selain itu, ditemukan bahwa adanya kepemilikan keluarga dapat mengubah
earnings management yang dilakukan dari opportunistic menjadi efficient.