Abstract :
Seiring dengan meningkatnya jumlah perusahaan-perusahaan sekuritas di Surabaya maka persaingan
omset antar perusahaan menjadi semakin sulit. Salah satu faktor penting untuk mempertahankan jumlah
omset perusahaan sekuritas adalah hasil komisi jual beli saham dari para investor. Broker atau pialang
merupakan pihak perantara jual beli saham yang diperdagangkan di bursa efek. Peran broker disini cukup
penting untuk mengelola serta menjalin relasi dengan para investor sehingga tidak berpindah ke
perusahaan lain dan menyebabkan pengurangan omset di perusahaan tersebut. Namun berdasarkan hasil
survei awal ditemukan adanya masalah pada keterikatan kerja dan makna kerja sebagai panggilan pada 15
dari 22 orang broker di perusahaan X. Hal ini berdampak pada turunnya peringkat perusahaan X dari yang
semula berada di urutan 10 menjadi 16 dari 110 perusahaan sekuritas di Indonesia
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara makna kerja sebagai panggilan dan
keterikatan kerja. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pelatihan ?the
secret meaning of Broker? sebagai sebuah intervensi untuk meningkatkan keterikatan kerja para broker,
serta melihat hal-hal apa saja yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya keterikatan kerja apabila
ditelaah dari sumber daya pekerjaan dan sumber daya personal. Subjek penelitian ini terdiri dari 15 orang
broker di perusahaan X. Metode asesmen awal yang digunakan adalah dengan penyebaran angket
dilengkapi oleh hasil wawancara dan observasi. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan
teknik analisis regresi sederhana diikuti dengan uji beda setelah diberikan intervensi. Kedua analisis data
tersebut dilakukan dengan menggunakan program seri komputer SPSS 16.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kerja sebagai panggilan berhubungan positif dengan
keterikatan kerja (p < 0,05). Sementara itu tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah intervensi
dilakukan (p > 0,05). Hanya saja apabila ditelaah melalui metode observasi dan wawancara dapat dilihat
bahwa ada perbedaan antara sebelum dan sesudah intervensi itu dilakukan. Ada beberapa hal yang
menyebabkan tinggi rendahnya keterikatan kerja itu sendiri salah berupa sumber daya pekerjaan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsep JD-R model Bakker dan Demerouti (2008)
dapat diterapkan pada broker di Surabaya untuk menjelaskan hubungan antara makna kerja sebagai
panggilan dan keterikatan kerja. Semakin tinggi makna kerja maka semakin tinggi pula keterikatan kerja
broker.
Sejalan dengan hasil penelitian maka saran yang dapat diajukan terhadap pihak perusahaan adalah
memperhatikan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan bahwa sumber daya pekerjaan berupa
lingkungan kerja, kepemimpinan, sistem perusahaan, dukungan sosial dan lainnya dapat berpengaruh
terhadap keterikatan kerja seseorang. Hal ini senyatanya diusahakan oleh kedua belah pihak bukan hanya
meningkatkan sumber daya personal berupa pemaknaan kerja para broker saja. Selain itu saran bagi para
broker sendiri adalah terus menyadari, mempertahankan atau bahkan meningkatkan keberadaan sumber
daya personal berupa makna kerja sebagai panggilan untuk dapat meningkatkan keterikatan kerjanya.