Abstract :
Anak down syndrome mengalami keterlambatan pada semua aspek
perkembangan, namun perkembangan aspek seksual sama seperti anak pada
umumnya. Kemampuan inteligensi yang rendah membuat anak down syndrome
mengalami kesulitan menerima dalam hal-hal yang baru dan abstrak, dan mudah
lupa dengan apa yang telah diajarkannya. Tujuan penelitian ini ada dua tahapan,
yaitu (a) tahap asesmen: (1) mengetahui pengetahuan orangtua mengenai
perkembangan seksual anak down syndrome; (2) apa saja permasalahan
perkembangan seksual anak down syndrome; (3) cara orangtua mengajarkan
pendidikan seksual anak down syndrome; (4) dampak dan kendala dalam
mengajarkan seksual pada anak down syndrome. (b) tahap evaluasi: mengetahui
penilaian orangtua terhadap modul perkembangan seksual pada performance dan
isi modul. Fokus penelitian ini adalah penyusunan modul pendidikan seksual pada
anak down syndrome dengan memperhatikan kebutuhan anak dan orangtua.
Modul tersebut akan dievaluasi untuk uji kelayakan dengan cara
diseminasi/sosialisasi modul. Teknik pengambilan subjek yang digunakan
purposive sampling method, yaitu pemilihan subjek yang ditemukan sesuai
dengan kriteria yang ditentukan. Analisis data yang digunakan adalah metode
kualitatif dari hasil pengambilan data asesmen dan evaluasi. Hasil penelitian tahap
asesmen menunjukkan bahwa (1) pengetahuan orangtua mengenai pendidikan
seksual hanya sebatas mengajarkan mengenai bagian tubuh, dan belum
menjelaskan mengenai perilaku yang tepat dan tidak tepat yang sesuai dengan
situasi, penyampaian informasi dan cara pengajaran yang kurang tepat, dan
kurangnya kesempatan anak dalam mandiri yang menghambat pengajaran
pendidikan seksual; (2) orangtua memerlukan informasi mengenai cara
mengajarkan pendidikan seksual yang didapat dari analisis kebutuhan. Hasil
penelitian tahap evaluasi: partisipan menilai modul pendidikan seksual ini
menarik baik dari isi maupun tampilan, mudah dipahami dan saran mudah diikuti.